WAGATABERITA.COM – MUNA. Bupati Muna, LM Rusman Emba di dampingi Wakilnya Abdul Malik Ditu, pada Selasa (15/08/2017), di aula Rujab Galampano Raha, mengukuhkan Lembaga Adat Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam pengukuhan itu, dihadiri oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat. Turut hadir pula, beberapa tim organisasi pendidikan, keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO) RI.
Dalam kesempatan itu, Bupati Muna menyampaikan bahwa setelah mengukuhkan Lembaga Adat Muna, pihaknya akan mengejar penyelesaian pembangunan rumah adat Muna yang sudah menjadi rencana pemerintahannya.

“Pertama lembaga adat hari ini kita sudah kukuhkan. Selanjutnya kita akan membangun rumah adat yang sudah kita anggarkan sekitar 5,7 milyar. Untuk tempatnya kita sudah siapkan yaitu di tempat bangunan kantor Bank Sultra (BPD) yang lama. Insya Allah pembangunannya cepat terselesaikan,” ucapnya kepada lembaga adat Muna yang habis dilantiknya.
Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan peternakan hewan kuda, karena Kuda memiliki nilai relijius tersendiri terhadap daerah yang dipimpinnya itu.
“Untuk memperkaya referensi, kita akan mengadakan peternakan kuda. Sekitar 10 ekor, dengan anggaran 500 juta. Karena sejarah kuda itu memiliki keterkaitan dengan daerah kita dan memiliki nilai relijius tersendiri. Olehnya itu perlu di kembang biakan, sehingga tidak dipadang hanya sebatas cerita namun kita dapat melihatnya,” katanya.
Lanjut Rusman Emba, bahwa Lembaga adat yang sangat kita harapkan ini akan terus berkoordinasi dengan pemerintah. sehingga kalau ada ide – ide yang akan di gagas dalam rangka melanggengkan budaya budaya adat, kita akan hidupkan kembali. “Insya Allah kita akan memback up, memfasilitasi. Sehingga sejarah dulu bukan cuman cerita, tapi kita bisa melihat,” ungkapnya.
Mengingat sejarah berdirinya daerah penghasil jati itu, Bupati Muna yang juga adalah Calon Gubernur Sultra periode 2018 – 2023 itu membandingkan kelahiran daerahnya yang baru berusia 58 tahun, dengan daerah Goa Makasar yang merayakan ulang tahun daerahnya itu dengan usia sekitar 600 tahun, dan Buton yang sekitar 500 tahun.
Menurutnya sejarah lahirnya Muna itu tidak bisa diterima secara akal sehat, karena berdasarkan sejarah Kerajaan – kerajaan di Muna itu sudah ada sejak lama, apalagi dengan memiliki situs sejarah yang sudah berusia sekitar ratusan tahun. “Tidak mungkin Muna berusia 58 tahun. Memang secara administrasi pembentukan Kabupatennya kita 58 tahun, namun semangat lahirnya daerah kita ini sudah ada sejak lama. Olehnya itu kita menjadikan sebuah referensi dengan perbandingan lahirnya daerah lain di Sulawesi ini, yang bisa kita bedah dalam suatu forum, sehingga idealnya itu usia daerah kita itu sudah berapa tahun,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, pemilik tagline Mai Te Wuna itu, mengatakan bahwa momen ini adalah momen yang sangat luar biasa. Dia juga menceritakan bahwa sejarah ketika raja – raja Muna terdahulu yang memiliki keyakinan dan semangat yang sangat berarti dalam berjuang. Bahwa perjuangan yang mereka lakukan adalah bukan hanya sekadar Kerajaan namun dalam perjuangan itu disitu ada harga diri dan di situ juga ada kekuasaan.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain jumlah penduduk kita ini, misalkan seperti pulau jawa, selatan, memang jumlah penduduk kita sangat jauh bedanya. Namun berbicara keyakinan, keyakinan kita lebih besar dibanding dengan mereka, Insya Allah. Kita juga berdasarkan sejarah yang kita miliki, bahwa Lakilaponto pernah berkuasa di tanah buton menjadi Sultan Buton pertama. Itu adalah cikal bakal, Bahwa peradaban di Muna ini kita pernah berkuasa di wilayah Indonesia bagian Timur. Tapi kita berharap bahwa kita, generasi muda di Muna ini menjadi subjek yang luar biasa sekali. Bahwa kalau kita pernah berjaya di masa yang lalu, kami yakini juga, bisa berjaya Insya Allah di masa masa yang akan datang,” tandanya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.