WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Proyek pengerjaan trem di Jalan Tunjungan untuk jalur utara – selatan, dimulai dari titik KM 11,45. Titik tersebut berada tepat di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Taman Gantung, depan gedung eks Siola, Jalan Tunjungan, Surabaya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan bahwa titik awal pengerjaan tersebut merupakan jarak yang ditarik dari titik nol di kawasan Joyoboyo.
“Untuk pengukuran, sebelumnya dilakukan konsultan mereka, kami melakukan cek ulang saja titik KM 11 + 450. Itu ada dibawah JPO. Nanti ada haltenya trem. Jadi marking ini kami tandai dulu,” kata Sonhaji yang telah melakukan pengecekan marking pada Selasa (13/06/2017).
Setelah melakukan marking, Pemkot Surabaya selanjutnya akan mempersiapkan pengalihan arus lalu lintas atas dampak pengerjaan trem. Arus lalu lintas di Jalan Tunjungan yang sebelumnya ada empat ruas, nantinya akan dialihkan menuju Jalan Simpang Dukuh dan Genteng Kali.
Sebelumnya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan telah melakukan pelebaran jalan Simpang Dukuh dengan membebaskan beberapa bangunan yang ada di seberang jalan. Sejak pembebasan lahan pada Jumat (09/06) lalu, proyek pengerjaan jalur trem dan pelebaran jalan Simpang Dukuh terus dilakukan.
Apabila nanti pelebaran jalan Simpang Dukuh telah selesai, arus kendaraan dari arah Jalan Gemblongan akan dialihkan menuju Jalan Genteng Kali (belok kiri), hingga ke Jalan Simpang Dukuh, dan tembus ke Jalan Gubernur Suryo. Sedangkan di Jalan Tunjungan sendiri akan ada rekayasa satu arus lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, untuk tujuan Hotel Majapahit.
“Jadi nanti kendaraan tidak akan lagi lewat ke Jalan Tunjungan, tapi belok kiri ke Jalan Genteng Kali, Simpang Dukuh dan Gubernur Suryo. Tapi masih ada satu jalur untuk kendaraan yang memang tujuannya ke Jalan Tunjungan semisal ke Hotel Majapahit. Dishub masih menyiapkan rekayasa lalu lintas nya,” ungkap pria asal Kediri itu.
Selain itu, Pemkot juga akan melakukan pengerjaan pengecilan berem di Jalan Darmo. Termasuk kemungkinan melakukan pengaturan utilitas. Sebab, di kawasan Darmo ada pipa milik PDAM. Agus menyebut untuk pengaturan utilitas ini ada dua opsi, apakah pipa PDAM itu nantinya akan dipindahkan atau sekadar diberi penguatan. “Di DED nya tentu diperhitungkan, kalau ndak dipindah ya dikasih penguatan. Itu opsinya,” ujarnya.
Pengerjaan proyek trem membutuhkan banyak persiapan yang harus dilakukan. Karena pengerjaan proyek akan berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Tunjungan. Pengerjaan proyek trem sendiri untuk tahap pertama I (jalur Utara – Selatan) adalah sepanjang 11,45 kilometer. Sementara untuk fase dua (jalur Barat – Timur) sepanjang 6 – 7 kilometer. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.