Sabtu, 26 Mei 2018, 15:16
Home / SURABAYA / KEBUN BINATANG SURABAYA JADI TUAN RUMAH STUDBOOK SE INDONESIA TIMUR

KEBUN BINATANG SURABAYA JADI TUAN RUMAH STUDBOOK SE INDONESIA TIMUR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi tuan rumah pelatihan Studbook Keeper yang dihadiri peserta dari beberapa Lembaga Konservasi.

“Peserta pelatihan Studbook Keeper ini dihadiri dari Lembaga Konservasi bagian Indonesia Timur, seperti Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, kata Direktur Utama PDTS KBS, Drs Chairul Anwar MAP pada pembukaan Pelatihan Studbook Keeper.

Ia mengatakan penerapan Studbook Keeper nantinya bisa berguna bagi Lembaga Konservasi di Indonesia. Selain untuk menjalin relasi, juga bisa mengetahui data – data satwa yang tersedia di semua Lembaga Konservasi.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan – pelatihan yang ada di Kebun Binatang Surabaya bisa menjadi langkah awal untuk perubahan KBS yang lebih baik lagi, khususnya dalam pengembangan SDM di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Hal senada juga dikemukakan pemateri Studbook Keeper, Dr Drh Ligaya ITA Tumbelaka, SpMp MSc. Pelatihan Studbook Keeper juga bisa terlihat sensus angka naik – turunnya satwa, sehingga dapat diketahui grafik satwa.

“Dalam penerapan Studbook Keeper akan terlihat grafik angka naik – turunnya satwa, sehingga dapat dianalisis dengan mudah mengenai kandang ideal, perawatan satwa, dan lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan kegiatan tersebut juga dapat mengevaluasi struktur populasi. Misalnya mengevaluasi karakteristik jantan dan betina. Kemudian dapat menentukan keterkaitan antar individu.

“Untuk lebih mudahnya, studbook keeper berisi tentang informasi inti, original (kelahiran/transfer, jenis kelamin, ID orang tua, pemeliharaan atau perawatan), pengidentifikasian, tanda, dan lainnya,” paparnya.

Menurut dia, Studbook keeper merupakan catatan silsilah dari hewan yang akan dikembangbiakan. Untuk satwa liar, pengaturan perkembangbiakan sangat penting mengingat jumlahnya sudah tidak terlalu banyak, maka diperlukan anakan dengan mutu genetik yang baik.

“Pengaturan perkembangbiakan sangat penting untuk satwa liar untuk menghasilkan anakan yang berkualitas dan juga menjadi cadangan melepas liar kembali ke alamnya. Untuk itu pengembangbiakan di ex – situ harus diatur selain mengingat kemurnian jenis tetapi juga harus mengatur genetika nya,” tuturnya.

Panitia pelatihan Studbook Keeper dari Perhimpunan Kebun Binatang se – Indonesia (PKBSI), Susi menjelaskan pelatihan dari PKBSI diadakan rutin setiap tahunnya dengan materi yang berbeda, seperti tentang nutrisi, perawatan satwa, dokter hewan, dan lainnya.

“Tujuan pelatihan – pelatihan ini agar Lembaga Konservasi yang ada di Indonesia bisa dimanajemen dengan baik. Anggota dari PKBSI seluruh Indonesia sekitar 50,” tandasnya. (Syamsul Arifin/Halu)

Check Also

KERJA KERAS DAN KOMITMEN APARATUR, PEMPROV JATIM KEMBALI RAIH WTP YANG KE TUJUH KALI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *