Selasa, 12 Desember 2017, 21:16
Home / NEWS / TRENGGALEK KEMBALI DAPATKAN PIALA ADIPURA
Bupati Emil bersama istrinya Arumi Bachsin berfoto bersama satgas Adipura Kabupaten Trenggalek, Kamis (3/8) di Alun-alun Trenggalek. Foto Ayu Mila Sari

TRENGGALEK KEMBALI DAPATKAN PIALA ADIPURA

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kabupaten Trenggalek yang merupakan daerah yang dikenal dengan kota tempe kripik. Tahun ini, kembali menerima penghargaan piala Adipura tahun 2017. Bersama 100 daerah atau kabupaten / kota lainnya di Indonesia.

Kabupaten Trenggalek mendapatkan piala penghargaan Adipura setelah beberapa tahun terakhir vacum dan tidak berkesempatan untuk mendapatkan piala bergengsi ini.

Pasca menerima piala Adipura ini, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak bersama istrinya, Arumi Bachsin menjadwalkan untuk melakukan kirab piala Adipura mulai dari wilayah timur Kabupaten Trenggalek hingga di pusat Kabupaten Trenggalek yakni di depan Tugu Adipura yang ada di Alun – alun kota.

Bupati Trenggalek mengatakan penerimaan piala Adipura ini bukan berarti Kabupaten Trenggalek sempurna dan bersih dari sampah. “Kita tidak serta merta mengartikan bahwa melalui piala Adipura ini Kabupaten Trenggalek bersih dari sampah lingkungan atau apapun itu, melainkan apresiasi insan Pemerintahan Kabupaten Trenggalek dan bukan hanya satuan tugas kebersihan tetapi juga masyarakatnya,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (03/08/2017) di alun – alun Trenggalek.

Lebih lanjut, suami Arumi Bachsin ini mengatakan bahwa pihaknya juga harus mengapresiasi suatu progres atau kemajuan yang mana telah dipaparkan berbagai inovasi untuk mendorong serta meningkatkan kebersihan di Kabupaten Trenggalek didepan para juri dan mantan Menteri lingkungan hidup yang kebetulan hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satu inovasi – inovasi tersebut adalah penambahan tempat pembuangan sampah di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Selain melakukan penambahan tempat pembuangan sampah di lokasi wisata yang ada di Trenggalek. Pemerintah juga sangat memprioritaskan pembuangan sampah yang sempat menjadi permasalahan di Kecamatan Munjungan untuk tetap diangkut meski harus dibuang ke Bendungan. Kita juga menegaskan tidak harus seminggu sekali sampah – sampah tersebut diangkut, bahkan jika memang sampah sudah menumpuk, sampah – sampah tersebut harus diangkut dan dibersihkan,” imbuhnya.

Dengan begitu para pedagang ikan yang ada di pasar Munjungan, tidak kehilangan lapaknya lantaran tumpukan sampah yang menggangu di kawasan pasar tersebut.

Emil menekankan saat ini pihaknya telah melakukan pembangunan akses transportasi bagi truk pengangkut sampah agar bisa masuk ke kawasan pasar tersebut.

“Saat ini Pemerintah daerah sedang melakukan upaya pengurangan frekuensi sampah yang ada di pasar – pasar dengan membuka akses transportasi truk pengangkut sampah di 3 titik lokasi yakni di Kecamatan Munjungan, Panggul dan Watulimo,” pungkasnya. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI TRENGGALEK MELAMBAT DI 5 TAHUN TERAKHIR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Selama 5 tahun terakhir, diketahui pertumbuhan perekonomian di Kota Tempe Kripik semakin melambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *