Senin, 28 Mei 2018, 12:12
Home / EKONOMI / PEDAGANG CABE MENJERIT
Pedagang Cabe Pasar, Jum'at (15/09/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

PEDAGANG CABE MENJERIT

WAGATABERITA.COM – JEMBER. Diduga karena melimpahnya stok dari petani, harga cabe di pasaran, tepatnya di pasar tradisional Tanjung kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami penurunan cukup drastis, Jum’at (15/09/2017).

Turunnya harga cabe, bahkan menyentuh angka terendah yakni Rp 3000 perkilogram. Saat ini, harga cabe merah Sret di pasar sebesar Rp 6000 perkilogram, cabe Rawit Rp 1500 perkilogam, cabe Rawit merah Rp 3000 perkilogram, dan cabe merah besar dikisaran Rp 5000 – Rp 5500 perkilogram.

Dengan menurunnya harga sejumlah jenis cabe tersebut, membuat para pedagang cabe menjerit, dan hanya bisa pasrah. Para pedagang mengaku tetap nekat berjualan, meski tanpa memperoleh untung.

Seperti yang diungkapkan, salah seorang pedagang cabe pasar, Hadi. Menurutnya, penurunan harga cabe telah terjadi semenjak 2 bulan terakhir.. “Stok cabe di tingkat petani sangat melimpah, dan hal itu berimbas pada harga jual. Pasalnya, permintaan di pasar sendiri masih stabil,” kata Hadi.

Lebih lanjut, Hadi berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait, agar membantu normalisasi harga cabe pasar. Karena, jika harga cabe anjlok terus – menerus sejumlah pedagang cabe akan merugi, dan akhirnya bangkrut. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

JATIM AMAN, INVESTASI 328 TRILYUN SIAP MASUK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Siaran pers Kepala Biro Humas dan Protokol, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si. Minggu (27/05/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *