Selasa, 12 Desember 2017, 23:14
Home / TEKNO / INTERNET / PANDANG GLOBALISASI DAN IT SEBAGAI PELUANG BERUSAHA
Hj. Fatma Saifullah Yusuf Pada Pembukaan Wedding Exhibition Dan UKM Yang Bertema “Digital Marketing Kembangkan Usaha Jasa Boga Menembus Dunia” Selasa (24/10). Sumber Foto : Biro Humas Pemprov. Jatim

PANDANG GLOBALISASI DAN IT SEBAGAI PELUANG BERUSAHA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) harus mampu mengubah pesaingan dalam era globalisasi dan kemajuan Informasi dan Teknologi (IT) menjadi sebuah peluang usaha.

Itu dikemukakan Dra Hj. Fatma Saifullah pada pembukaan Wedding Exhibition & UKM, di Hotel Garden Palace Surabaya, Selasa (24/10/2017), malam tadi.

Dia menambahkan, pengusaha jasa boga dapat memanfaatkan situasi itu sebagai momen yang tepat untuk melaksanakan progam dan usahanya, utamanya dalam memperluas pasar. Namun harus tetap mempertahankan kualitas kuantitas dan rasa, serta kreativitas dan inovasi.

‘’Produk makanan selain rasanya harus enak, penampilannya juga harus menarik. Juga inovasi dan kretivitas, ‘’tandas Fatma yang juga istri Wakil Gubernur Jatim itu, lalu menambahkan, harga produk, juga harus dipertimbangkan, supaya mempunyai daya saing yang tinggi. Dengan begitu diharapkan perusahaan dapat berkembang menjadi penyedia jasa boga yang bermutu.

Siaran pers yang dikirim Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov. Jatim menyebutkan, para pengusaha jasa boga juga dituntut untuk memahami dan menguasai IT supaya dapat meningkatkan kinerjanya. Sekaligus menciptakan optimalisasi pemberdayaan dalam bidang usaha masing – masing.

Manfaat dari semua itu adalah menghasilkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan manajemen/organisasi.

Kata Fatma, pengusaha yang tergabung dalam APJI banyak menemui tantangan dan persaingan. Tapi tantangan akan menjadikan APJI, semakin kuat dan terlatih, yang akan bermuara pada mental baja, ketangguhan, serta kecerdasan berpikir.

Jasa boga sekarang ini sudah merupakan kebutuhan primer dari segala lapisan masyarakat. Itu sebabnya, Fatma mengapresiasi APJI karena keberadaannya telah mampu menciptakan peluang kerja.

APJI sendiri berdiri sejak 34 tahun lalu. Saat ini sudah berkembang di 24 provinsi, menaungi ribuan perusahaan penyedia layanan katering dan restoran di seluruh Indonesia.

“Saya harap pengusaha APJI mampu membangun sumberdaya manusia sebagai faktor penentu paling utama untuk meraih kesuksesan di pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Rahayu Setyowati mengatakan, wedding exhibition dan UKM yang bertema “Digital marketing kembangkan usaha jasa boga menembus dunia” itu diikuti 50 lebih pengusaha kuliner dan industri terkait di seluruh Indonesia.

Ini untuk menyajikan produk dan layanan terbaik yang ada di lingkungan industri jasa boga sehingga menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang bisnis baru. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

INSPIRASI DARI RUMAH BATIK DIFABEL SEMARANG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Rumah Batik Difabel, Semarang adalah nama dari salah satu toko batik yang semua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *