Senin, 22 Oktober 2018, 8:13
Home / NEWS / HUKUM / JUAL PIL KIRIK, IRT DI TRENGGALEK MASUK BUI
Pelaku Beserta Barang Bukti Pil LL Diamankan Polis. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

JUAL PIL KIRIK, IRT DI TRENGGALEK MASUK BUI

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dirintis tim Satreskoba Polres Trenggalek lantaran kedapatan memiliki pil dobel L dirumahnya. Pelaku yakni Sundari alias Nyamir warga asal Dusun Krajan Rt 01 Rw 01 Desa Sawahan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Penangkapan tersebut berawal atas laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa akan terjadi transaksi jual beli pil dobel L dirumah pelaku. Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan menanggung rumah pelaku, dan mengetahui ada 2 orang wanita mendatangi rumah pelaku.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Waka Polres Trenggalek Kompol Andy Febrianto Ali membenarkan penangkapan seorang ibu rumah tangga yang mengedarkan pil dobel L. “Usai mengetahui adanya 2 orang wanita yang mendatangi rumah pelaku, selanjutnya petugas membuntuti kedua wanita tersebut hingga melakukan pemeriksaan dipinggir jalan masuk Desa Senden Kecamatan Kampak Trenggalek,” ungkapnya, Selasa (21/11/2017).

Lebih lanjut, usai melakukan penggeledahan kepada kedua wanita tersebut didapati banar bukti berupa pil dobel L yang dibeli dari pelaku. Pasca menggeledah kedua wanita tersebut, petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku dirumahnya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 99 butir pil dobel L, uang tunai Rp 95 ribu rupiah dan 1 buah Hp merek Samsung warna putih.

“Atas kejadian tersebut pelaku dan barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Trenggalek guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Selanjutnya pelaku masih akan menjalani pendidikan dan penyelidikan pihak kepolisian hingga kasus hukum yang menjeratnya usai,” imbuh Andy.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya menjual pil dobel L tersebut kepada remaja wanita diwilayah Trenggalek. Dan baru 1 bulan menjalankan bisnisnya tersebut.

Selanjutnya pelaku akan dikenakan pasal 197 Jo pasal 106 subs pasal 196 Jo pasal 98 Undang – Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

TRENGGALEK AGRO PARK, TAMAN EDUKASI BERTEMAKAN PERTANIAN

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Pemerintah Kabupaten Trenggalek kian serius wujudkan taman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *