Selasa, 12 Desember 2017, 23:15
Home / EKONOMI / INSPIRASI / MAHASISWA UNJ BANGUN SISTEM HEMAT LISTRIK
Sistem Panel Surya Oleh Mahasiswa Dan Dosen UNJ, Rabu (22/11/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

MAHASISWA UNJ BANGUN SISTEM HEMAT LISTRIK

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Ketersediaan pasokan sinar matahari di wilayah Probolinggo, Jawa Timur, yang selalu tercukupi bahkan berlebih, dimanfaatkan betul oleh para mahasiswa Universitas Nurul Jadid Paiton, melalui sebuah inovasi.

Dibantu dosen kampus, para mahasiswa UNJ, Paiton, program studi (Prodi) teknik elektro, membangun sebuah aplikasi hemat listrik berbasis panel surya. Kelebihannya, Sistem tersebut tidak menggunakan battere, sehingga bebas perawatan dan listrik yang dihasilkan, juga bisa ditabung ke PLN.

Sistem tersebut, bahkan sudah diterapkan di rumah milik Rio Supriaga, komplek Perumahan Harmoni Paiton. Di rumah itu, terpasang jaringan listrik PLN dengan daya 2200 VA. Tambahannya, ada pasokan sumber listrik berupa panel surya sebesar 3000 WP, atau setara 2500 VA dari PLN.

Cara kerjanya, saat kondisi cuaca panas atau terang. Supply kebutuhan listrik dapat terpenuhi dari panel surya. Dengan adanya KWH meter listrik dua arah atau pasokan, kelebihan daya listrik dari panel surya, bisa disalurkan ke PLN dan menjadi tabungan. Listrik pun dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

“Melalui sistem ini, kelebihan daya listrik akan diakumulasikan dari bulan ke bulan berikutnya, dan menjadi saldo yang bisa dipakai sewaktu – waktu. Selain bisa dipakai saat malam hari, juga saat musim hujan,” kata Abdurrahman Wahid, mahasiswa semester 5 prodi teknik elektro, Rabu (22/11/2017).

Dosen pembimbing mahasiswa, Rio Supriaga mengatakan, dibangunnya aplikasi hemat listrik berbasis panel surya, bertujuan untuk menghemat penggunaan listrik, dan pemanfaatan energi baru terbarukan.

“Tiap tahun, harga listrik cenderung selalu meningkat. Sementara energi yang ada, terbuang percuma. kenapa tidak kita manfaatkan saja, misal energi sinar matahari, dengan sistem solar cell kita bisa ubah jadi listrik rumah tangga,” jelas Rio.

Lebih lanjut, Rio menjelaskan dengan teknologi KWH meter dua arah dari PLN, cukup menghemat biaya investasi dari panel surya. Karena tidak lagi memerlukan batere, yang investasinya mencapai 30% dari total biaya dikeluarkan. Sementara, untuk membangun sistem tersebut dibutuhkan investasi sebesar Rp 48 juta.

Secara hitung-hitungannya, harga listrik saat ini Rp 1.467,28 per kwh untuk daya di atas 1.300 VA, maka BEP (break event points) dicapai pada tahun ke 6. Setelahnya, pemilik rumah akan menikmati listrik gratis selama puluhan tahun. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

INI PENTINGYA EMPAT PILAR KEBANGSAAN MENURUT PROF HAMKA HAQ

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Angggota MPR RI, yang membidangi Keagamaan dan Kepercayaan Kepada Tuhan YME, Prof. DR. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *