WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kinerja perdagangan antara daerah di Jawa Timur (Jatim) meningkat 19 – 21 persen.
Gubernur Jatim H. Soekarwo mengatakan itu disela – sela acara workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Rabu (22/11/2017) di Surabaya.
“Tiap tahun mengalami peningkatan, khususnya ekspor antar daerah. Naik cukup tajam 19 – 21 persen,” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim itu. Meski demikian, kata dia, grafik kenaikannya tidak linear, tetapi kuantum.
Data BPS Jatim, tahun 2016 kinerja perdagangan Jatim surplus Rp 100,56 triliun.
Untuk kinerja ekspor antar daerah dan luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp 808,69 triliun dan impor luar negeri dan antar daerah mencapai Rp. 733,42 triliun.
Nilai tersebut, juga ditunjang dengan posisi Jatim yang diuntungkan dari segi geografi ekonomi, sehingga logistik dan connectivity menjadi lebih murah.
Melalui Workshop APPSI itu, Pakde Karwo berharap, perdagangan antar daerah bisa lebih dioptimalisasi dan diperluas.“ Ini pertemuan yang paling produktif. Kepala daerah bisa lebih mengerti dan care, sehingga perdagangan bisa lebih optimal,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, perdagangan antar daerah dari 34 provinsi ini sangat berpengaruh pada PDB Indonesia. Guna meningkatkan perdagangan, Presiden RI telah memberikan tiga mandat kepada Kementerian Perdagangan, antara lain menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok dan barang penting, mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, serta membangun dan merevitalisasi pasar rakyat.
Workshop APPSI ini seyogyanya berlangsung 21 – 23 November 2017, namun telah ditutup pada Rabu (22/11) sore oleh Ketua Dewan Pakar APPSI Prof. Ryas Rasyid. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.