Selasa, 12 Desember 2017, 23:15
Home / FEMALE / RELATIONSHIP / KALSEL SEDANG JAJAKI KERJASAMA DAGANG ANTAR DAERAH
Hermansyah (Kiri), Asisten Perekonomian Provonsi Kalimantan Selatan. Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

KALSEL SEDANG JAJAKI KERJASAMA DAGANG ANTAR DAERAH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang menjajaki dagang antar daerah mengenai komoditas unggulan yang dimiliki.

Hermansyah, Asisten Perekonomian Pembangunan Provinsi Kalsel, mengatakan pada workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Surabaya, membuka peluang besar untuk menjajaki dagang antar daerah di tanah air. Hanya saja ini masih tahap penjajakan untuk memilih komoditas apa yang akan ditawarkan dan komoditas apa yang akan dibeli. “Ini kami masih jajaki,” tandas Hermansyah yang didampingi Asisten Pemerintahan Provinsi Kalsel, Siswansyah di Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Hermansyah menambahkan, meski selama workshop AAPSI, Provinsi Kalsel, belum ada transaksi, tidak berarti tidak memiliki produk unggulan. Dibidang pertanian Kalsel memiliki beras unggulan, dimana jenis beras ini tidak sama dengan beras yang ada di Jawa maupun di Sulawesi. “Kami punya beras unggulan, beras lokal di sana. Hanya kami belum bawah contohnya,” ujarnya.

Tak hanya itu Provinsi yang dinakodai H. Sabirin Nor, selaku Gubernur Kalsel itu, juga memiliki produk unggulan disektor perkebunan yakni kelapa sawit dan sektor pertambangan yakni tambang batu bara.

Sementara itu Provinsi Gorontalo pada workshop APPSI di Surabaya berhasil melakukan transaksi senilai Rp 47 miliar untuk beberapa komoditas unggulan yakni kopi, pala, kopra dan jagung.

Ketua Dewan Pakar APPSI Prof Riyas Rasyid, saat menutup workshop Rabu (22/11), berpesan kepada seluruh peserta workshop dari 34 Provinsi di tanah air, setelah berada di daerah, kiranya dapat memikirkan produk unggulan daerah masing – masing untuk dikerjasamakan dalam bentuk dagang antar daerah. “Ini ide brilian dari Pakde Karwo, Gubernur Jatim, sudah menyebar keseluruh daerah. Tujuannya untuk kesejahteraan rakyat,” tandas Riyas Rasyid.

Program misi dagang antar daerah ini sudah terinternalisasi ke seluruh daerah dan mendapat respon cukup baik dari semua provinsi di Indonesia, namun kadang – kadang satu ide yang cukup baik, tidak serta – merta dapat dilaksanakan atau diterapkan, dan itu lah Indonesia. “Hanya bisa terjadi di Indonesia,” tandasnya, sambut tepuk tangan peserta workshop. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

INSPIRASI DARI RUMAH BATIK DIFABEL SEMARANG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Rumah Batik Difabel, Semarang adalah nama dari salah satu toko batik yang semua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *