Sabtu, 26 Mei 2018, 15:12
Home / JAWA BARAT / KAMPANYE SEJUTA PELUIT UNTUK PERLINDUNGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK
dr. Hj. Cellia Nurrachadiana Bupati Karawang Bersama Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Dan Sekjen Komnas Perlindungan Anak Bersama AKBP Hendy F. Kurniawan Meniup Peluit Emergency Call Untuk Anak Indonesia Dimulainya Kampanye Peluit Anak Indonesia.

KAMPANYE SEJUTA PELUIT UNTUK PERLINDUNGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK

WAGATABERITA.COM – KARAWANG. Siaran pers Komnas Perlindungan anak Sabtu (07/04/2018) menyatakan untuk terus – menerus membentengi anak dari segala bentuk eksploitasi, penelantaran, penganiayaan serta dan pengabaian hak khususnya kekerasan terhadap anak di Indonesia, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebutan lain Komnas Anak sebagai lembaga independen yang diberi tugas dan mandat oleh Forum Nasional Perlindungan Anak untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, bersamaan dengan Acara Deklarasi Karawang Bebas Kekerasan Jumat 06/04 di Karawang “MELAUNCHING KAMPANYE” Sejuta Peluit Untuk Anak Indonesia.

Kampanye Sejuta Peluit untuk Anak Indonesia dimulai oleh Komnas Perlindungan Anak dari Alun – alun Karang Parawitan Kabupaten Karawang dengan pembagian Peluit yang dibagikan oleh Hj. Cellia Nurrachadiana selaku Bupati Karawang dan Komnas Perlindungan Anak Karawang Jawa Barat kepada 1.500 anak siswa dan siswi PAUD, SD dan SMP di 1 dan ribuan guru serta orangtua anak.

Kampanye Sejuta Peluit Untuk ANAK Indonesia dimaksudkan sebagai Peluit Panggilan Darurat (Emergency Call for Child Abuse) untuk segala bentuk ancaman kekerasan yang kemungkinan terjadi dilingkungan terdekat anak baik di rumah, sekolah, ruang publik, tempat bermain anak dan tempat – tempat anak lainnya.

Setiap anak Indonesia dalam kesempatan dimanapun dibekali peluit selain teriakan dan jeritan minta tolong untuk digunakan sebagai alat dalam menghadapi ancaman kekerasan baik dirumah, di sekolah, diruang publik dan ditempat – tempat fasilitas umum, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada media Jumat (06/04) di kantor TP2TPA Kabupaten Karawang.

Arist mengajak Kadis PPPA Kabupaten Karawang dan kader lapangan P2TP2A berkordinasi dengan Kantor Komnas Perlindungan Anak Karawang Jawa Barat untuk terus menerus mensosialisasi pembagian peluit kepada seluruh anak di Karawang sebagai wujud dilaunchingnya Aplikasi Pelapor oleh Kantor BK3D/P2TP2A. Anak harus dibekali kemampuan untuk menggunakan peluit jika terjadi kekerasan dalam rumah.

“Anak – anakku, Anak Indonesia. Jika ayah dan ibu bertengkar dihadapanmu jadilah wasit dengan membunyikan peluit sebagai tanda prikik untuk menghentikannya.”

“Demikian juga jika terjadi ancaman kekerasan seksual baik dalam bentuk raba – raba, bujuk rayu dan ajakan yang dilakukan guru, pengelola dan penjaga sekolah dan sesama anak di lingkungan sekolah anak – anakku, anak Karawang gunakan prikikan sekuat tenaga.” demikian ditambahkan Arist dalam kata sambutannya dihadapan ribuan Anak di Alun – alun Karang Pariwitan.

Arist juga mengajak Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat bersama HIMPAUDI Karawang dan Kader – kader PAUD Institute Karawang untuk menindaklanjuti rencana Aksi Karawang Bebas Kekerasan Terhadap Anak.

Tindak lanjut Kampanye Sejuta Peluit Anak Indonesia juga akan dilaunching oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kota Tomohon di Tomohon Sulawesi Utara Rabu (11/04) dan Kamis (26/04) lalu di Semarang Jawa Tengah yang direncanakan dihadiri 1.600 peserta dan kader – kader dan sahabat Komnas Anak bersamaan dengan acara pelantikan 33 kabupaten dan kota kepengurusan Komnas Perlindungan se Jawa Tengah. Ayo kita dorong dan bekali anak – anak Indonesia menjadi Wasit untuk menghentikan Kekerasan Terhadap Anak dilingkungannya. Prikik..!! STOP Kekerasan Terhadap Anak Sekarang Juga. (Red/IWO)

Check Also

KERJA KERAS DAN KOMITMEN APARATUR, PEMPROV JATIM KEMBALI RAIH WTP YANG KE TUJUH KALI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *