Selasa, 14 Agustus 2018, 20:21
Home / NEWS / PROSES SERTIFIKAT DIPERCEPAT, PEMERINTAH BAGIKAN RIBUAN SERTIFIKAT

PROSES SERTIFIKAT DIPERCEPAT, PEMERINTAH BAGIKAN RIBUAN SERTIFIKAT

WAGATABERITA.COM – PASURUAN. Pada acara penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Gor Sasana Krida, Kabupaten Pasuruan, yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo juga di dampingi Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, Sabtu (12/05/2018).

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara Dr. Sofyan Djalil mengatakan, bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat proses sertifikat bagi rakyat.

Sertifikat yang diterima oleh seluruh rakyat ini, bisa digunakan sebagai agunan dan permodalan usaha. Sertifikat yang dimiliki adalah surat berharga yang harus dijaga dan jangan sampai hilang atau disalah gunakan.

Ia memprediksi pada tahun 2023 semua tanah di Jatim sudah bersertipikat. BPN lanjutnya akan segera mendata, mendaftarkan kemudian diproses menjadi sertifikat sesuai permintaan masyarakat.

“Pak Presiden memerintahkan seluruh aparat BPN untuk mempercepat sertifikat kepada rakyat. Selama ini rakyat punya tanah tapi tidak punya bukti, sehingga seringkali jadi sengketa. Terpenting, tanah yang bersertifikat akan menambah nilai jual tanah itu sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dibagikan sebanyak 4.065 sertifikat tanah untuk rakyat kepada enam daerah di Jatim, yakni Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota dan Probolinggo, Kota Surabaya, serta Kabupaten Mojokerto. Sertifikat yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan sebanyak 3.000 sertifikat, Kota Pasuruan sebanyak 121 sertifikat, Kabupaten Probolinggo sebanyak 334 sertifikat dan Kota Probolinggo sebanyak 160 sertifikat. Sementara itu, Kabupaten Mojokerto sebanyak 100 sertipikat dan Kota Surabaya sebanyak 350 sertipikat.

Seusai melakukan kunjungan di Ponpes Bayt Al Hikmah dan pembagian sertifikat, Presiden bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jatim Soekarwo meninjau tol Gempol – Pasuruan. Ruas yang ditinjau adalah Rembang – Pasuruan (seksi 2) dengan panjang ruas jalan tol seksi II yakni 6,6 km.

Seusai melakukan peninjauan, Presiden menyatakan, bahwa segala hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan tol tidak ada permasalahan. Setelah melihat progres yang positif dari pengerjaan tol ini, Presiden yakin tahun ini dari Merak – Pasuruan bisa beroperasi dan digunakan untuk kebutuhan mudik lebaran secara fungsional.

Sementara itu, untuk ruas tol Pasuruan – Probolinggo, Kepala Negara yakin dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Pada bulan Juni nanti, pemerintah akan mulai melakukan pembebasan lahan dari Probolinggo – Banyuwangi. Jika pembebasan lahan rampung, bisa segera dilakukan pembangunan konstruksi. “Saya berharap, pada 2019 akhir, jalan tol dari Merak-Banyuwangi bisa digunakan oleh masyarakat,” tegasnya. (Red)

Check Also

DOAKAN EMIL MENJADI HAJI MABRUR, RIBUAN PENGURUS FATAYAT DAN NU SAMBANGI TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Bupati Trenggalek Emil Elestianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *