WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg, Polres Trenggalek menggandeng stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi. Seperti yang diketahui, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, masyarakat di Kabupaten Trenggalek mengeluhkan kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg. Tak tanggung – tanggung, akibat kelangkaan ini banyak pedagang yang menjual gas LPG jenis melon melebihi harga pada umumnya.
Bertempat di ruang Rupatama Mapolres Trenggalek, rapat koordinasi antisipasi kelangkaan gas LPG di wilayah hukum Polres Trenggalek ini dihadiri oleh Plt. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf. Dodik Novianto, Asisten 2 Sekretariat Kabupaten Trenggalek, Kabag perekonomian, perwakilan Pertamina eks karisidenan Kediri, PJU dan Kapolsek jajaran, para pemilik pangkalan dan agen LPG se kabupaten Trenggalek.
- PROYEK UMBULAN LAYANI KEBUTUHAN AIR BERSIH KUALITAS NO 2 DUNIA BAGI 1,3 JUTA MASYARAKAT JATIM
- PASCA BENCANA LONGSOR, WARGA BOGORAN KRISIS AIR BERSIH
- MINIM SOSIALISASI, WARGA DESA CRAKEN DATANGI SEKDA TRENGGALEK
- DILANDA KEKERINGAN, WARGA BERTARUH NYAWA GALI SUMUR
- 8 KECAMATAN KAB PROBOLINGGO RAWAN KERING KRITIS
Dikonfirmasi terkait kegiatan terbut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo menjelaskan tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk mencari solusi agar ketersediaan gas LPG di kabupaten Trenggalek tetap terjamin dan dalam pendistribusiannya tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Mendapati laporan dari masyarakat terkait kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg di Kabupaten Trenggalek, kami mencoba menghadirkan para stakeholder bersama pihak terkait demi mendapatkan solusi terbaik dari kelangkaan ini. Hal ini juga memerlukan dukungan dari semua pihak dan stakeholder agar jangan kelangkaan gas LPG meresahkan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui usai rapat, Kamis (17/05/2018).

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan tindakan hukum jika ditemukan pelanggaran baik pendistribusian maupun penjualan yang tidak sesuai dengan aturan baik ditingkat SPBE, agen, pangkalan hingga pengecer.
Dikatakan Didit, untuk rencana selanjutnya, Polres Trenggalek akan melakukan maaping ke beberapa tempat yang berkaitan dengan kelangkaan gas LPG ini.
“Jika nantinya ditemukan adanya fakta permasalahan dilapangan yang berkaitan dengan hukum, maka kami akan melakukan tindakan hukum. Kami juga sudah membentuk tim khusus yang nantinya akan melakukan pemeriksaan di lapangan,” imbuhnya.

Secara umum, permasalahan terkait kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi ini bisa dilihat dari persediaan atau stok yang ada di agen – agen. Dari hasil rapat koordinasi kali ini, pihaknya mengatakan bahwa rata – rata para agen maupun atau pemilik pangkalan mengalami penurunan stok.
Langkah tegas tersebut perlu dilakukan demi menjaga stabilitas dan ketersedian gas LPG di pasaran dan memastikan tidak ada yang bermain dibalik kelangkaan tersebut.
“Oleh karena itu, kami akan melakukan kontrol khususnya untuk gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi. Agar tidak terjadi permainan – permainan harga dengan memanfaatkan kelangkaan saat ini,” pungkas Didit. (Ayu Mila Sari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.