Senin, 18 Juni 2018, 12:51
Home / JAKARTA / PUISI DENNY JA, SAHUR KE DUA PULUH ENAM : ANGIN YANG MENYUSUP KE HATI (1)

PUISI DENNY JA, SAHUR KE DUA PULUH ENAM : ANGIN YANG MENYUSUP KE HATI (1)

WAGATABERITA.COM – SURABAYA.

Ada angin menyusup ke hati
Seperti wahyu yang turun dini hari
Memberinya inspirasi
Menggerakkan seluruh diri

Bermula dari sana
Ketika Ia terpana
Mendengar kisah
Gadis Muda, di Rohingya

“Aku baru saja menikah
Tak terduga, di malam buta
Rombongan itu tentara
Masuk ke kamarku

Mereka ikat suamiku
Mereka telanjangi aku
Mereka bekap mulutku
Aku menjerit
Tiada terdengar
ya Allah
Mereka bergilir perkosa aku
Di depan suamiku (2)

Suamiku tiada daya
Karena duka, Ia meronta
Astaga!
Mereka tembak di kepala
Aku ingin mati saja

Ada angin menyusup di hati
Seperti wahyu yang turun dini hati
Memberinya api
Ketika ia melihat itu nyeri

Membludak pengungsi
620 ribu kepala
Terbesar yang pernah ada (3)
Itu bangsa
Tanpa negara
Terbanyak dalam sejarah (4)

Di Rohingya, di Rohingya
Kumpul semua derita

Ada angin menyusup dihati
Seperti wahyu yang turun dini hari
Harus ada yang bersuara
Beri kabar dunia

Ia membuat berita
Dunia terpana

Kini, Ia yang terpana
Dari aneka negara
Bantuan datang segera
Aneka rupa
Beragam daya

Dalam diam,
Ia berdoa :
Terima kasih ya Allah
Para cucu Adam
Dari aneka wilayah
Beri apa yang bisa

Terima kasih ya Allah
Baru kini kumengerti
Mereka yang punya hati
Sesunguhnya mereka bersaudara (5)

CATATAN KAKI

1. Puisi esai mini ini ikut diinspirasi oleh satu ayat dalam Juz 26, Alquran : Q. 46 : 1 – Q. 53 : 30.

2. Korban yang diperkosa massal di Rohingya bukan perkosaan biasa. Perkosaan sudah menjadi alat yang sistematis menjatuhkan mental sebuah etnis.

3. Pengungsi Rohingya di Banglades tercatat sebagai jumlah pengungsi terbesar yang pernah ada.

4. Rohingya juga bangsa yang terbanyak jumlah penduduknya yang tak punya negara.

5. Hati yang tersentuh untuk membantu dapat terjadi pada seluruh cucu Nabi Adam, apapun agama dan identitas sosialnya.

Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Q. 46 : 10

(Red/IWO, Senin 11/06/2018)

Check Also

PUISI DENNY JA, SAHUR HARI KE TUJUH BELAS : RAKSASA ITU AMBRUK JUA (1)

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Ketika yang berimajinasi Tak lagi dihormati, Ketika para pemimpi dikebiri Itu ujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *