Jumat, 21 September 2018, 13:17
Home / NEWS / PASCA VIRAL SISWA TK BERJUBAH, BERCADAR DAN BERSENJATA REPLIKA AK 47, MENDIKBUD KUNJUNGI PROBOLINGGO
Mendikbud Saat Di Mapolresta Probolinggo.

PASCA VIRAL SISWA TK BERJUBAH, BERCADAR DAN BERSENJATA REPLIKA AK 47, MENDIKBUD KUNJUNGI PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pasca viralnya siswa TK Kartika V 569 berjubah, bercadar disertai replika senjata AK 47, saat mengikuti pawai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, akhirnya berkunjung ke Kota Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (19/08/2018).

Mendikbud tiba di Kota Probolinggo, sekitar pukul 03 : 45 WIB dimana langsung bertandang, ke Markas Kepolisian Resort Kota Probolinggo.

Kedatangan menteri yang membidangi masalah pendidikan dan Kebudayaan RI itu, langsung disambut Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal dan Dandim 0820, Letkol Depri Rio Saransi.

Tujuannya, tak lain guna mengetahui kejelasan viralnya foto siswa TK Kartika V 569. Dihadapan Mendikbud, Kapolresta langsung memberikan paparan atas kronologi pasti, barisan siswa TK Kartika saat mengikuti pawai.

Dari beberapa slide foto dan video, yang ditampilkan melalui projector. Nampak barisan awal, beberapa siswa pembawa bendera merah putih.

Dibarisan kedua, miniatur Ka’bah yang didorong siswa. Baris ketiga siswa mengendarai kereta kuda ala raja Salman, dan baris terakhir yakni menampilkan pengawal kerajaan.

AKBP Alfian Nurrizal menyebut, jika foto yang muncul di media sosial, adalah foto di barisan pengawal kerajaan saja. Dimana mereka memakai jubah dan bercadar hitam, disertai aksesoris replika senjata.

“Jelas foto yang viral di jejaring media sosial ‘Facebook,’ merupakan foto yang terpotong dan bukan seutuhnya,” kata Kapolresta.

“Intinya jika dilihat barisannya secara utuh, TK Kartika tidak menunjukkan adanya unsur penyebaran faham radikalisme, ataupun terorisme,” tandasnya.

Senada disampaikan Mendikbud, Muhadjir Effendy. Ia menganggap, jika kostum yang dipakai siswa TK Kartika V 569 dalam batas wajar, dan tak perlu menjadi persoalan.

“Dilihat dari video barisan siswa TK Kartika, tak ada yang menunjukkan sesuatu hal membahayakan,” ujar Muhadjir.

“Foto yang viral di media sosial itu, barisan paling belakang, dimana menceritakan pasukan pengawalan kerajaan arab. Dan yang jadi pengawal, siswa perempuan. Tentunya memakai jubah, cadar, disertai replika senjata,” tukasnya.

Meski demikian, Mendikbud tetap menghimbau agar semua pihak, utamanya para guru dan kepala sekolah untuk selektif menempatkan sesuatu, yang akan digunakan anak – anak atau siswanya.

“Kita harus cermat, memberikan sesuatu kepada anak ataupun siswa. Yang pasti, ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tandas Muhadjir Effendy.

Sebagai informasi, pertemuan yang berlangsung di Rupatama Sanika Satyawidya itu, dihadiri juga MUI, para guru dan kepala sekolah TK se – Kota Probolinggo, serta jajaran Dinas Pendidikan Kota setempat. (Zulkiflie)

Check Also

PEMKAB TRENGGALEK GELAR KONSULTASI PUBLIK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Mendapatkan beberbagai penghargaan terkait tata kelola pemerintahan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *