WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), geliat perkembangan ekonomi melalui peranan para pengusaha daerah, terus dikembangkan. Salah satunya, yakni lewat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
Di kota Probolinggo, pengembangan kewirausahaan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, kini mulai menyasar para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Produk UKM itu diantaranya, Batik dan produk Kuliner.
Ketua DPC IWAPI kota Probolinggo, Ch.Nurul Arifin SH mengatakan, dipilihnya Batik kota Probolinggo, sebagai usaha potensial guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Lantaran kualitas produksinya sudah mampu menembus pangsa pasar dunia, yakni negara India dan Myanmar.
“jadi potensi usaha Batik di kota Probolinggo, sebetulnya layak untuk dikembangkan. Namun karena rata – rata pengembangannya masih bersifat handmade, jadi belum berjalan optimal. Oleh karenanya, kedepan IWAPI akan menjadi fasilitator para pelaku usaha batik, agar produknya makin dikenal masyarakat luas.” terang Nurul, (Dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus DPC IWAPI kota Probolinggo, Kamis, (14/09/2017).

Lebih lanjut, Nurul yang merupakan Kontraktor dan pengusaha tambang tersebut menjelaskan, untuk pelaku usaha batik sendiri di kota Probolinggo sudah ada sekitar 27 orang. Namun karena terkendala modal, eksistensi usaha batik sampai kini belum dominan. Sementara untuk mendongkrak produk kuliner, IWAPI kota Probolinggo dalam jangka pendek akan mengembangkan kripik Mangga.
Menyikapi hal itu, ketua DPD IWAPI provinsi Jatim, hj Susmiati Rahmawati akan mendorong langkah DPC IWAPI kota Probolinggo, dalam peningkatan ekonomi masyarakat. DPD akan memfasilitasi para pengusaha daerah. Baik melalui program – program jangka pendek maupun panjang, yakni lewat pameran, jaringan, maupun program kementrian.
“kalo di kota Probolinggo, produk batik memang cukup potensi, karena kualitasnya sudah masuk tingkat nasional,” pungkas Rahmawati. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.