Minggu, 24 Oktober 2021, 4:34
Home / NEWS / PT PPILN DIMINTA BANTU WARGA AGAR TIDAK LALAI PASANG LISTRIK

PT PPILN DIMINTA BANTU WARGA AGAR TIDAK LALAI PASANG LISTRIK

WAGATABERITA.COM – TARAKAN. PT PPILN diminta untuk memberikan bantuan (edukasi) kepada warga Tarakan dalam hal pemasangan instalasi listrik. Itu sebabnya, kehadiran PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) Tarakan, perlu disosialisasikan. Sebab PPILN akan menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) kepada masyarakat yang memasang jaringan listrik baik di rumah tangga maupun badan usaha.

Itu dikemukakan Walikota Tarakan Sofian Raga, Rabu (22/02/2017) ketika meresmikan pengoperasian PT PPILN Tarakan. Turut hadir Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Khusus Tarakan Totok Suharto, GM PT PPILN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Katimra) Zainal Arifin, Koordinator PPILN Kaltimra Amir Hidayat dan sejumlah undangan.

Menurut Sofian, masyarakat hendaknya tidak lalai bila memasang instalasi listrik. “Sampaikan kepada PPILN agar mendapat sertifikat SLO. Jangan sampai nanti sudah kebakaran karena arus pendek baru sadar. Jangan sudah mati baru salahkan listrik,” ingat Walikota.

Sofian berulangkali meminta kepada lembaga PPILN untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarkat tahu fungsi dan cara kerja lembaga ini.

“Bukan apa – apa, masyarakat perlu disadarkan untuk memiliki sertifikat SLO demi keamanan dan kenyamanan, ini bentuk antisipasi menghindari risiko. Karena itu semua bangunan baik baru maupun lama harus ada SLO,” pinta Sofian.

Sementara menurut Zainal Arifin,  kehadiran PT PPILN bertujuan memperkecil kebakaran akibat arus pendek. “Kami akan memeriksa sambungan, kalau tidak layak harus diperbaiki sebelum diberikan sertifikat SLO,”  ujar GM PT PPILN itu.

Dia menguraikan, untuk menghindari kebakaran akibat arus pendek, setiap sambungan cukup satu sampai dua colokan saja. Jangan sampai ada lima, karena sangat rawan kebakaran. Para petugas yang akan memeriksa instalasi pun dibekali kemampuan dan bekerja sesuai pedoman.

Biaya sertifikat SLO untuk rumah tangga kata Zainal sangat murah. Untuk daya 1300 VA Rp 85.000, 900 VA Rp 75.000 dan 450 VA Rp 65.000. Sedangkan 2200 VA Rp 95.000, 3500 VA Rp 105.000, 10600 VA Rp 265.000, dan sampai dengan 197000 VA Rp 2.955.000.

Pemberlakukan SLO menurut Zainal sesuai Undang – Undang RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga listrikan. Pasal 44 ayat (4) UU itu berbunyi ; “Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).”

Di tempat yang sama Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Khusus Tarakan Totok Suharto menjelaskan, untuk menyediakan instalasi listrik melalui biro teknik. Dengan demikian bila instalasi tidak memiliki SLO berarti listrik tidak bisa dinyalakan.

Menurut Totok, daya mampu listrik di Tarakan 51 megawatt (MW), dengan beban puncak 39 MW. Sedangkan daftar tunggu pemasangan 400 pelanggan. “PT PLN menyediakan daya, kalau persyaratan teknis jaringan termasuk SLO sudah lengkap, listrik bisa menyala,” tandas Totok. (Maxi/Halu)

Check Also

PPKM LANJUT INI RINCIAN LEVEL WILAYAH JAWA BALI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih dilakukan