Selasa, 21 April 2026, 11:39
Home / TRAVEL / FOOD STORY / NASI BORAN, KULINER KHAS LAMONGAN YANG BELUM BANYAK DIKENAL
Nasi Boran, Kuliner Khas Lamongan. Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

NASI BORAN, KULINER KHAS LAMONGAN YANG BELUM BANYAK DIKENAL

WAGATABERITA.COM – LAMONGAN. Sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Soto, Lamongan ternyata juga memiliki kuliner khas lain yang jarang diketahui. Kuliner tersebut adalah nasi boran.

Nasi boran atau sego boran memang selama ini belum banyak dikenal di luar Lamongan, karena selama ini hanya dijual di Lamongan. Nama kuliner ini diambil dari kata ‘boranan’ yang artinya tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Nasi boran memang kerap dijajakan dalam wadah boranan yang digendong selendang pada punggung penjualnya.

Sajian kuliner ini terdiri dari nasi yang ditaruh dalam boranan sehingga memiliki aroma yang khas, lauk, sambal, dan rempeyek. Jenis lauknya sendiri bermacam – macam, mulai dari ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar. Namun lauk yang paling khas dari nasi boran adalah ikan sili dan empuk.

Aniek, salah satu penjual nasi boran di Lamongan, mengatakan bahwa ikan sili adalah ikan khas Lamongan. Ikan tersebut biasanya diasap terlebih dahulu sebelum diberi bumbu sambal boran. Karena pengasapan yang rumit dan merupakan ikan musiman, ikan sili tergolong lauk yang paling mahal.

“Iwak (ikan) sili ini yang paling mahal dari ikan – ikan yang lainnya,” kata Aniek kepada wagataberita.com, Minggu (11/06/2017)

Ikan sili dulu lebih dikenal sebagai ikan hias, harganya lebih mahal dibanding daging ayam. Bentuk ikan ini panjang seperti belut, tidak kentara mana bagian kepala atau ekornya. Durinya hanya ada di bagian tengah.

Selain itu, Aniek mengungkapkan ciri khas nasi boran yang lain, juga terdapat pada ‘pletuk’ dan ‘empuk’. “Yang khasnya nasi e disimpan di boranan, terus selain ikan sili ya empuk sama pletuk ini,” kata perempuan yang memiliki gigi palsu berwarna perak itu.

‘Pletuk’ terbuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang, lalu dibumbui dan digoreng. Namanya diambil dari bunyi ketika makanan ini dikunyah, ‘pletuk, pletuk’. Sedangkan ‘empuk’ dibuat dari tepung terigu yang dibumbui. Karena teksturnya yang empuk, makanan ini diberi nama ‘empuk’.

Sementara untuk sambalnya, meskipun berwarna merah menyala namun tidak memiliki rasa yang begitu pedas. Rasanya sedikit pedas, asin, dan gurih. Satu porsi nasi boran dijual seharga Rp.7000 – Rp. 10.000.

“Harganya macem – macem. Paling murah Rp.7000 itu lauk dadar, kalau yang paling mahal ya iwak (ikan) sili ini,” kata Aniek. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

Dr. Ponimin, SH., M.Kn saat menunjukkan SKB para pengurus.

PENGURUS PERADRI KONGRES LUB SEGERA DILAKSANAKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perhimpuan Advokat Republik Indonesia (PERADRI) yang telah