Selasa, 23 Oktober 2018, 21:52
Home / EKONOMI / KADIN DAN HIPMI DIMINTA URUS UMKM
Ketua Kadin Jatim Saat Memberi Sambutan Dalam Acara Buka Puasa Bersama Gubernur Jatim Di Kantor Kadin Jatim Surabaya, Senin (19/06/2017) sore. Sumber Foto : Endri Soedarto

KADIN DAN HIPMI DIMINTA URUS UMKM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur (Jatim) diminta untuk mengurus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Itu disampaikan Gubernur Jatim H. Soekarwo pada acara buka puasa bersama Kadin dan HIPMI Jatim, Senin (19/06/2017).

Dia menambahkan, dalam era persaingan perdagangan global, sektor UMKM harus mendapatkan perhatian serius. Karena itu Kadin dan HIPMI Jatim diharapakan ikut mengurus sektor UMKM.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim itu menambahkan, krisis ekonomi era globalisasi yang melanda Eropa diprediksi berlangsung panjang. Ini akan.menyebabkan tingkat daya beli masyarakat di kelas menengah mengalami penurunan. Secara tidak langsung, krisis tersebut bisa berpengaruh bagi Jatim. “Itu sebabnya, Kadin dan HIPMI harus bisa membaca situasi seperti ini. Salah satunya,” kata Pakade Karwo, adalah memperhatikan UMKM.

Bila sektor UMKM tidak diurus, akan berdampak jelek bagi ekonomi mikro.

Kadin dan HIPMI, tidak boleh terjebak menjadi multinasional corporation. Apabila ini dilakukan, maka Kadin dan HIPMI bisa menjadi bangkrut karena faktor efisiensi.

”Awalnya mungkin bagus, tapi pasar akan semakin kecil karena posisi industri mikro pada posisi jatuh. Maka dari itu, betapa pentingnya Kadin dan HIPMI mengurus industri mikro,” ungkapnya.

Pakde Karwo juga mengatakan, industrialisasi bisa berdampak negatif bagi keberadaan UMKM, karena konsep yang dianut adalah efisiensi. Dengan adanya efisiensi akan menyebabkan disparitas keadilan yang menonjol.

Dia mencontohkan jumlah angka pengangguran di beberapa negara mengalami kenaikan karena efisiensi. Misalnya, Spanyol mengalami peningkatan jumlah pengangguran menjadi 18 persen, Perancis 14 persen, dan Amerika 8,7 persen.

”Ini efek dari tidak diurusnya industri sehingga pasar jatuh karena income generatenya turun,” ujarnya.

Maka dari itu, Pakde Karwo mengusulkan agar Kadin dan HIPMI melakukan restrukturalisasi, diantaranya membuat bank dengan bunga 1 digit. Sedangkan Pemerintah menarik pajak kecil untuk kelompok kecil. Demikian pula, retail diurus oleh pemerintah.

”Apabila hal ini dilakukan, maka akan memberikan dampak bagus, yaitu income bagi industri kecil akan mengalami kenaikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim dua periode ini memaparkan neraca perdagangan Jatim pada bulan Januari – Februari 2017, yang surplus perdagangannya naik 95 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya, yakni dari Rp 23 trilun menjadi Rp 45 triliun. “Ini menunjukkan ada pergerakan mesin di tataran bawah, yaitu sektor UMKM, “tandasnya. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

JANJI IKUTI KEGIATAN WARGA KRUKAH, CAK YUHAS NAIK SEPEDA MOTOR AGAR TAK TERLAMBAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Anggota TNI dikenal tepat waktu dan tepat janji disiplin pada semua kegiatannya dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *