Sabtu, 18 September 2021, 6:44
Home / EKONOMI / LANJUTKAH RESTRUKTURISASI KREDIT BEGINI KATA OJK
Ilustrasi Uang

LANJUTKAH RESTRUKTURISASI KREDIT BEGINI KATA OJK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kondisi pandemi covid – 19 tak hanya membuat kesehatan masyarakat tergangu tetapi perekonomian sebagian masyarakat juga terganggu. Kegiatan ekonomi yang terganggu bahkan ada yang tak dapat beroperasi dimasa corona ini membuat sebagian orang tak mampu lagi membayar kredit mereka baik kredit kendaraan bermotor maupun kepemlikan rumah.

Sejak terjadinya masa pandemi covid – 19 Pemerintah Pusat telah melaksanakan restrukturisasi kredit di sektor perbankan bagi masyarakat yang terganggu perekonomiannya hingga saat ini dimana masa itu akan segera berakhir bulan Maret 2022 mendatang.

Karena kondisi pandemi covid – 19 hingga saat ini dipantau belum menunjukkan tanda – tanda kondusif apalagi akan segera berakhir Pemerintah Pusat melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan untuk kemungkinan kembali memperpanjang masa kebijakan restrukturisasi kredit di sektor perbankan tersebut.

Penyebaran virus baru Delta asal India baru – baru ini bahkan mengakibatkan Pemerintah Pusat memberlakukan PPKM Darurat yang masih diperpanjang hingga saat ini walau sedikit dilonggarkan disektor ekonomi menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi yang dijalankan Pemerintah kembali terhambat.

Melihat kondisi adanya pembatasan mobilitas masyarakat tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, “oleh karena itu, OJK melihat adanya potensi untuk melakukan perpanjangan lanjutan restrukturisasi kredit di sektor perbankan yang selama ini sudah diatur dalam POJK Nomor 48/POJK.03/2020 dan restrukturisasi pembiayaan di lembaga jasa keuangan non bank berdasarkan Peraturan OJK Nomor 58/POJK.05/2020. Keputusan resmi OJK akan dikeluarkan paling lambat akhir Agustus 2021,” katanya dilansir dari laman antara Jumat (30/07/2021).

Wimboh menambahkan walau indikator ekonomi domestik hingga Juni masih menunjukkan tanda berlanjutnya pemulihan karena dicermati adanya penurunan mobilitas akibat dari pemberlakuan PPKM dikhawatirkan sangat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Diketahui kredit perbankan sendiri meningkat sebesar Rp 67,39 triliun pada bulan Juni 2021 ini dan tumbuh pada angka 0,59 persen (yoy) dimana tren perbaikan terjadi selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus Pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya bahkan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 11,28 persen (yoy).

Sementara pada suku bunga kebijakan penurunannya telah dilakukan pada level yang cukup kompetitif dan profil risiko perbankan hingga kini relatif terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net : 1,06 persen).

Selanjutnya pada Likuiditas industri perbankan dikatakan hingga saat ini masih berada pada level memadai dimana rasio alat likuid/non – core deposit dan alat likuid/DPK sampai Juni 2021 masih terpantau di atas ambang batas dan pada permodalan lembaga jasa keuangan masih berada pada level memadai termasuk rasio kecukupan modal atau CAR industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen masih jauh di atas ambang batas. (Red)

Check Also

BULU TANGKIS PUN PERNAH AKAN DISOGOK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Bulu tangkis Indonesia termasuk olahraga yang sangat