WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Faham radikalisme dan terorisme bukan menjadi suatu hal yang tabu saat ini justru sudah merambah ke line kehidupan yang kini harus ditanggapi secara serius.
Asian Islamic Universitas Association (AIUA) menanggapi secara serius dengan mengambil langkah – langkah konfrehensif dengan mengakreditasi universitas – universitas Islam di Asia sejak oktober 2016 dengan program – program yang fokus kepada culture insurance serta sebagai perangkat yang mewadahi universitas Islam se Asia. “Kita sesuaikan dengan budaya, karakter, dan sifat keislaman dimana agen – agen lain tidak memilikinya,” tutur Mundzir selaku Presiden AIUA.
Ada 14 standar akreditasi yang diberlakukan salah satunya Quality Kontrol akademik dan mahasiswa. Menurut Sekjen AIUA Nurdin selaku Rekotr di Rektor Universitas Sultan Adlan Syah Malaysia ada 2 poin penting dalam memerangi faham radikalisme dan terorisme yaitu Pendidikan dan Ekonomi “Orang yang berpendidikan pasti bisa membedakan yang baik dan buruk dan tidak memilih hal keburukan menjadi suatu amaliyah meraih pahala,” tuturnya saat diwawancarai oleh wagataberita.com, Kamis (13/07/2017).
“Tapi kebanyakan orang tidak sabar dalam mendidik anaknya sehingga putus asa,” tambahnya. Selain itu, ekonomi menurutnya tolak ukur kesejahteraan dalam ekonomi adalah tidak kurang hal apapun dalam kehidupan meskipun itu hanya sebatas untuk makan. “Apabila tidak adanya hal itu maka akan timbul mainset matipun tak apa,” tuturnya berlogat melayu.
Mundzir menambahkan “Pendidikan dan kesejahteraan itu dilandasi keadilan apabila keadilan tidak ada maka muncul sentilan – sentilan ideologis radikal tersebut, secara sikologis dia tertekan,” tambah Presiden AIUA tersebut. (Syamsul Arifin/ Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.