Kamis, 22 Februari 2024, 16:41
Home / TRAVEL / FOOD STORY / TINGKAT KONSUMSI IKAN RENDAH, PEMKOT SURABAYA BIKIN TEROBOSAN BARU
Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Joestamadji. Sumber Foto : Syamsul Arifin

TINGKAT KONSUMSI IKAN RENDAH, PEMKOT SURABAYA BIKIN TEROBOSAN BARU

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gencarnya kampanye makan ikan yang digaungkan Menteri Kelautan dan Peikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi perbicara pada acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Airlanggga (Unair) Unair Surabaya Jumat (11/08), direspon oleh Pemkot Surabaya.

Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kota Surabaya, mengakui warga Kota Surabaya mengkonsumsi ikan masih tergolong rendah atau belum memenuhi target nasional.

Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kota Surabaya Joestamadji mengatakan, tingkat konsumsi ikan di Surabaya baru rata – rata 35 kilogram per kapita per tahun.

“Jumlah ini memang meningkat dari tahun – tahun sebelumnya yang hanya 22 – 30 kilogram per tahun. Meski sudah ada kenaikan, tetapi tetap saja konsumsi ikan warga Surabaya masih kalah tinggi dibandingkan dengan beberapa kota di Indonesia, sepeti Maluku, Makassar atau di Nusa Tenggara Timur,” kata Joestamadji kepada pers di Kantor Humas Kota Makassar.

Masih rendahnya konsumsi ikan di Surabaya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan membuat terobosan baru dengan menggelar lomba teknologi tepat guna untuk mahasiswa dan lomba pengolahan hasil perikanan untuk kader PKK kecamatan serta siswa SMP se – Kota Surabaya.

Lomba ini diadakan pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017 di halaman Taman Surya pukul 06 : 00 – 11 : 00. Kata Joestamadji, tujuan lomba teknologi tepat guna adalah untuk merangsang perkembangan teknologi tepat guna (TTG) di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan dan pangan dan ini sekaligus mengapresiasi kepada para pencipta produk TTG yang inovatif.

“Kami menggandeng beberapa praktisi dari Universitas ITS dan Widya Mandala agar karya teknologi yang diciptakan benar – benar berkualitas dan bonafit sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Joestamadji.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan tim juri selama dua bulan didapat 27 peserta yang terbagi atas mahasiswa, siswa SMA/SMK dan masyarakat. “Nanti kriteria penilaian akan dilihat dari konsep yang mereka buat lalu presentasi dan terakhir alat teknologi yang diciptakan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk lomba pengolahan hasil perikanan, kata Joestamadji, sengaja menggandeng kader PKK, karena mereka merupakan penggerak kegiatan program pemerintah dan memiliki tingkat partisipasi kegiatan yang sangat tinggi sehingga perlu dilibatkan dalam rangka pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Saya berharap PKK mampu mendorong upaya dari program pemerintah yakni GEMARIKAN untuk meningkatkan konsumsi ikan bagi keluarga dan lingkungannya,” ungkap Joestamadji.

Dia menambahkan, mengkonsumsi ikan sangat penting karena ikan merupakan sumber protein hewani. Hanya saja selama ini, tidak sedikit di rumah tangga yang tidak memiliki kemampuan mengolah menu ikan menjadi lebih menarik untuk dikonsumsi.

Kegiatan ini, diharapkan membuat masyarakat Surabaya lebih piawai dalam mengolah ikan. “Rata – rata anak – anak kurang berselera bila melihat ikan yang dimasak utuh. Berbeda bila ikannya dimasak dengan berbagai olahan,” ujarnya. (Syamsul Arifin/Halu)

Check Also

SERU JABATAN KADES MINTA DIPERPANJANG SAAT INI ADA USULAN JABATAN GUBERNUR DIHAPUS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Baru bulan Januari lalu para Kepala Desa (Kades) se Indonesia berkumpul melakukan