Sabtu, 18 April 2026, 20:19
Home / NEWS / CARI RUMPUT LAUT, SEORANG NELAYAN TEWAS TERSAPU OMBAK
Pihak kepolisian Bersama Tim Medis Lakukan Visum Terhadap Korban Laka Laut. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

CARI RUMPUT LAUT, SEORANG NELAYAN TEWAS TERSAPU OMBAK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Seorang nelayan di Kabupaten Trenggalek tewas tersapu ombak di Pantai Kuyon Desa Nglebeng Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Diketahui kejadian tersebut terjadi pada Selasa (22/08) sekira pukul 16 : 00 WIB.

Korban yakni Lamin (40) warga Dusun Nglumpang RT 31 RW 10 Desa Nglebeng Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek harus meregang nyawa saat hendak mencari rumput laut di sekitar lokasi kejadian. Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh Isni (30) seorang nelayan bersama temannya Putut (25) ketika mereka tengah melaut.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan adanya laka laut yang mengakibatkan nyawa seorang nelayan melayang. “Telah benar bahwa di Lokasi kejadian tepatnya di Pantai Kuyon Panggul, terjadi laka laut yang mengakibatkan seorang nelayan meninggal dunia saat hendak mencari rumput laut,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (23/08/2017).

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian tersebut bermula ketika korban tengah mencari rumput laut bersama istrinya yang bernama Ijem. Karena ombak yang terlalu besar, korban tersapu dan tenggelam di perairan Pantai Kuyon. Melihat suaminya tenggelam dan tidak terlihat dipermukaan laut, Ijem segera meminta pertolongan.

Melihat Ijem berteriak – teriak meminta tolong, saksi Isni dan Putut langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pencarian korban. Tak lama setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di kedalaman 1 meter dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah korban berhasil ditemukan dan dibawa kerumah, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan perangkat desa setempat untuk dilakukan visum bersama tim kesehatan Puskesmas setempat. Dari hasil visum diketahui tidak terdapat luka pada kepala, keluar busa laut dari hidung dan anggota badan bawah utuh,” imbuhnya.

Lebih lanjut Supadi mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Dimungkinkan korban meninggal dunia karena murni kecelakaan tenggelam dilaut.

“Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Dan pihak keluarga juga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan menerima bahwa korban murni mengalami laka laut,” pungkas Supadi. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …