WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Survey Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyebutkan, ancaman atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah ternyata menghambat kebebasan berpendapat di Jawa Timur.
Itu dikemukakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur Teguh Pramono Jumat (15/9) di Kantor BPS Jawa Timur.
Dia menambahkan, dari hasil survey, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Timur kebebasan berpendapat mengalami penurunan dibanding tahun 2016 lalu. Saat ini skor IDI Jawa Timur hanya sebesar 72,24 poin dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini menunjukkan penurunan kebebasan berpendapat dibanding kan dengan IDI Jawa Timur 2015, kebebasan berpendapat mencapai skor 76,90 poin. ‘’Tapi ini masih dalam kategori sedang,‘’ tandas Teguh Pramono.
Kata Teguh Pramono, selain ancaman kekerasaan dari aparat pemerintah, indikator lain yang menyebabkan turunnya indeks demokrasi di Jawa Timur adalah ancaman penggunaan kekerasaan oleh masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya terkait ajaran Agama.
Survey indeks demokrasi di Jawa Timur, semula diamati melalui berita media cetak/surat kabar yang terbit di Jawa Timur, setelah itu melakukan Focus Group Discation (FGD) dengan instansi terkait di Jawa Timur, kemudian melakukan survey ke lapangan dengan wawancara para responden yang dianggap berkompeten. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.