Rabu, 3 Juni 2026, 11:24
Home / NEWS / LITERASI KUNCI KEMAJUAN BANGSA
Konsultan Budaya Penggagas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Satria Dharma Saat Menerangkan Makna Dibalik Perintah Membaca Di Gedung Aula Bhineka Bhakti Al - Wahyu Surabaya, Sabtu (16/09/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

LITERASI KUNCI KEMAJUAN BANGSA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Seminar Parenting Anak Gemilang Dengan Berbudaya Iqro’ dan Deklarasi Gerakan Literasi Sekolah digagas oleh Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP UNAIR, menghadirkan Konsultan Budaya penggagas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Satria Dharma, di Gedung Aula Bhinneka Bhakti Al – Wahyu Jl. Rungkut Menanggal Blok Z Surabaya, Sabtu (16/09/2017).

Dalam kegiatan seminar ini Satria memaparkan “Makna Dibalik Perintah Membaca” mengatakan gerakan literasi di Indonesia memang harus digalakkan. Sebabnya, kata dia, dalam beberapa penelitian seperti pada Program for International Student (PISA), skor membaca siswa negara Indonesia terendah diantara negara lain yang menduduki tingkat 69 dari 76 negara di tahun 2015.

“Ini menjadi bukti bahwa budaya literasi kita sangat lemah dan perlu digalakkan,” tuturnya, kepada sekitar 50 orang peserta wali murid.

Lanjut Satria, budaya literasi adalah kunci dari kemajuan bangsa. Maka dari itu, dimulai dari seminar ini, dia mengajak seluruh peserta wali murid, khususnya pengurus guru KB & TK Al – Wahyu agar tak hanya menjadi pelopor bangkitnya gerakan literasi melalui Gerakan Sekolah Membaca hari ini, namun juga mampu menjaga dan terus menumbuhkan minat baca dan menulis dari generasi ke generasi.

“Ada banyak cara untuk melakukannya, hanya saja ini perlu dilakukan oleh gurunya dulu. Guru itu harus memberikan teladan kepada siswa. Kalau gurunya sudah cinta baca dan nulis, yo siswanya pasti nurut,” tambahnya.

Menurut Satria, gerakan literasi yang sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 itu bisa diwujudkan oleh pemerintah, jika semua guru termasuk di Surabaya mampu menjadi pelopor gerakan tersebut. Sebab, apabila semua guru menjadi pelopor literasi, otomatis mampu mengajak siswa – siswinya menjadi generasi pecinta literasi.

“Kalau gerakan ini sukses, maka Indonesia tidak perlu lagi menjadi penyuplai TKI terbesar dunia sebagai akibat krisis literasi. Itulah rahasia dibalik Iqro’,” jelasqnya. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …