Sabtu, 18 April 2026, 23:59
Home / NEWS / JADI KORBAN TEWAS LAKA, KANG YUK 2016 DIKUBUR TANPA SEPENGETAHUAN KELUARGA
Foto Mohammad Dedi Irawan Semasa Hidup, Selasa (31/10/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

JADI KORBAN TEWAS LAKA, KANG YUK 2016 DIKUBUR TANPA SEPENGETAHUAN KELUARGA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Nasib malang dialami Finalis Kang – Yuk tahun 2016, yakni Muhammad Dedi Irawan (19), warga Mayjen Haryono kelurahan Jati kecamatan Mayangan kota Probolinggo, Jawa Timur. Jenazah Muhammad, dikuburkan tanpa diketahui oleh pihak keluarganya. Sebelumnya, korban terlibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Blandongan kota Pasuruan, sepekan lalu.

Terkuaknya kematian korban, setelah Jumad’ ayah korban kedatangan tamu pada Sabtu lalu (28/10), dan mengabarkan Muhammad telah terlibat kecelakaan, hingga meninggal.

Mendapat kabar itu, Jumad lantas mendatangi tempat sekolah anaknya, yakni kampus STIKIE Malang, guna mencari kepastian.

“saya datangi kampus, dan tanya keberadaan Muhammad ke teman – temannya. Namun mereka malah bertanya balik kepada saya, kenapa Muhammad belum balik kampus,” ungkap Jumad.

Lebih lanjut Jumad menceritakan, usai bertemu dengan teman – teman anaknya. Ia lantas mendatangi rumah sakit Purut, guna menanyakan tentang korban kecelakaan. Di RS tersebut Jumad mendapati informasi alamat rumah orang yang terlibat kecelakaan dengan anaknya.

Mendapat sedikit informasi, Jumad lantas mendatangi pos polisi di pertigaan Blandongan, dan diarahkan ke kantor Satlantas Pasuruan. Ditempat itulah Jumad akhirnya yakin jika anaknya memang benar terlibat kecelakaan lalu meninggal. Di kantor setempat, seorang petugas menunjukkan sejumlah barang milik Muhammad seperti Laptop, Dompet, KTP, dan akte kelahiran.

Yakin anaknya meninggal, Jumad pun kembali ke rumah sakit Purut menanyakan kronologi dikuburnya Muhammad ke petugas kamar mayat, lantaran tanpa adanya pemberitahuan ke pihak keluarga. Dan alasan petugas RS terpaksa menguburkan Muhammad, karena sudah 3 hari berada di kamar mayat.

“kami sekeluarga sangat kecewa, atas sikap polisi dan rumah sakit yang tidak menghubungi kami, saat kecelakaan terjadi. Saya minta makam anak saya dibongkar, dan dilakukan visum ulang, lalu dipindahkan ke probolinggo,” tandas Jumad, Selasa (31/10/2017).

Diketahui, Mohammad Dedi Irawan meninggalkan seorang istri bernama Eka Wulansari, dan seorang anaknya yang masih berusia satu setengah bulan. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …