WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Jenazah Muhammad Dedi Irawan, finalis kang yuk kota Probolinggo tahun 2016, yang sempat dikuburkan di Pasuruan tanpa sepengetahuan keluarganya, akhirnya dilakukan pembongkaran dan dipindahkan, Jum’at (03/02/2017).
Jenazah Dedi, dipindahkan ke tempat kelahirannya yakni kota Probolinggo, untuk dikuburkan kembali di tempat pemakaman umum Mbah ma’mun, kelurahan Jati kecamatan Mayangan, kota setempat.
Tangis kesedihan pecah, saat jenazah Dedi diturunkan dari mobil jenazah, dan dibawa ke liang lahat. Istri Dedy, Dini Eka Wulansari (20), nampak tak henti – hentinya menangisi kepergian suaminya, hingga pingsan.
Kesedihan mendalam, juga dirasakan oleh ibu Dedy, Muslikah (43). Sama seperti Dini, Muslikah menangis histeris, dan kemudian jatuh pingsan.
Djumat (ayah Dedi, Red) ,yang mengiringi kedatangan jenazah anaknya, mulai penurunan dari mobil jenazah, hingga dibawa ke liang lahat. Juga tak luput dari selimut kesedihan, sepeninggal anaknya.
Perasaan tak terima, juga terlihat dari raut wajah Djumat, atas apa yang telah menimpa putranya Dedi. Menurut Djumat, ia akan tetap mencari keadilan, meski kini anaknya telah dimakamkan secara layak. Djumat, juga akan tetap menempuh jalur hukum.
Tekad Djumat itu, dibuktikan dengan ditolaknya pengembalian motor yang dikendarai Dedy, saat kecelakaan terjadi. “Kasus ini belum berakhir, dan motor anak saya merupakan salah satu barang buktinya. Saya tetap minta keadilan, agar kasus ini berlanjut,” tandas Djumat. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.