Selasa, 13 November 2018, 13:48
Home / EDUKASI / PELAJAR SMPN 2 SATU ATAP DONGKO BERLAKUKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SECARA BERGANTIAN
Bangunan Sekolah SMPN 2 Satu Atap Kecamatan Dongko Yang Ambrol Dihantam Longsor Beberapa Waktu Lalu. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

PELAJAR SMPN 2 SATU ATAP DONGKO BERLAKUKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SECARA BERGANTIAN

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Pasca bangunan sekolah yang ada di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ambrol, para pelajar SMP Negeri 2 satu atap harus secara bergantian mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap harinya. Ambrolnya tembok sekolah karena diterjang longsor beberapa waktu lalu, akibatnya bangunan sekolah SMPN 2 satu atap, Kecamatan Dongko rusak parah dan merusak sebagian ruang kelas.

Musibah itu membuat sistem belajar mengajar harus dibagi menjadi dua periode yakni pagi dan siang. Hal tersebut akan terus diberlakukan hingga perbaikan bangunan sekolah usai dikerjakan.

Tembok sekolah ini ambrol, setelah diterjang longsor pada pertengahan bulan Oktober lalu. Kini siswa yang duduk di bangku SMPN 2 satu atap yang semula masuk pagi harus pindah jam siang.

Perpindahan jam pagi ke jam siang itu karena ruang kelas yang akan digunakan untuk proses belajar mengajar harus bergantian dengan siswa Sekolah Dasar (SD).

“Rasanya kurang terbiasa jika jam sekolah diganti masuk siang. Tapi kita semua berharap agar proses perbaikan bangunan sekolah segera usai sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa,” tutur salah satu siswi SMP Negeri 2 satu atap, Diajeng Pratiwi saat dikonfirmasi, Jumat (03/11/2017).

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Ganif Trianto mengatakan bahwa rusaknya tembok bangunan sekolah yang ada di SMPN 2 satu atap, Kecamatan Dongko masih dalam tahap perbaikan.

“Saat ini renovasi bangunan sekolah SMPN 2 satu atap Kecamatan Dongko yang jebol akibat diterjang longsor, sudah dilakukan. Hingga awal bulan November ini proses pengerjaannya sudah berjalan 65%,” ucapnya.

Proses renovasi sekolah yang jebol akibat diterjang oleh bangunan Tembok Penahan Bangunan (TPB) langsung mendapat penanganan pasca terjadi bencana. Dan pengerjaan renovasi sekolah tersebut dibiayai sendiri oleh pihak proyek TPB. Proyek ini ambrol disaat masih dalam masa perawatan. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

HINDARI BALAK MUSIBAH, SANTRI NURUL ISLAM PROBOLINGGO GELAR RABO PUNGKASAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Diisi dengan doa bersama, ribuan santri pondok pesantren Nurul Islam, bersama warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *