WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Meski telah memasuki musim panen, petani Cabai di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Justru terancam merugi. Pasalnya, saat ini harga jual Cabai di pasaran tergolong murah, membuat petani resah dan menjerit lantaran biaya perawatan dan penjualan yang tidak seimbang, Kamis (16/11/2017).
Kondisi itu, seperti yang dirasakan Busariyah, petani Cabai desa Kedungrejo kecamatan Bantaran kabupaten setempat. menurut Busariyah, harga cabai saat ini dari petani ke tengkulak, hanya dihargai sebesar Rp 14.500 perkilogram.
Hal itu dianggap Busariyah sangat tidak menguntungkan. Pasalnya, dalam sekali panen cabai perminggunya, petani harus mengeluarkan biaya buruh panen, serta membayar 6 orang buruh tani, senilai total Rp 240 ribu.
“harga cabai Rp 14.500 perkilogram, termasuk rugi bagi petani. karena dalam sepekan petani harus mengairi lahan. perjamnya membayar Rp 35 ribu, dibutuhkan antara 5 jam untuk mengairi sawah. kalau musim hujan biayanya lebih murah, karena ga usah mengairi sawah,” ungkap Busariyah.
Lebih lanjut Busariyah menjelaskan, dari lahan pertanian cabai seluas setengah hektar miliknya, dan menghasilkan panen sebanyak 40 kilogram. Dirinya hanya dapat meraup hasil penjualan cabai sebesar Rp 560 ribu, sekali panen. Pendapatan tersebut, belum dipotong biaya perawatan dan upah buruh sebesar Rp 415 ribu. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.