WAGATABERITA.COM – BEKASI. Seminar Daerah yang di selenggarakan Mahasiswa
Unisma dengan tema “Peran Media dalam Pilkada serentak yang sehat di Kota Bekasi” yang diadakan di Gedung Pascasarjana Unisma lantai III Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, Selasa (10/04/2018).
Narasumber yang hadir dalam acara, yakni Safrudin yang mewakili Ketua KPUD Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi, Ketua Panwaslu Novita dan juga Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi Iwan Nendi Kurniawan, serta Pemimpin Redaksi Radar Bekasi Zaenal Arifin dan juga para mahasiswa/i sekota Bekasi.
Dimulai dengan pembacaan Doa, dilanjutkan dengan menyayikan lagu Indonesia Raya, serta Pembacaan Ikrar Mahasiswa Indonesia yang dipandu seorang mahasiswa Unisma dan diikuti seluruh mahasiswa yang ikut hadir.
“Sesuai Tema peran media dalam Pilkada serentak 2018 adalah salah satu dari tiga pokok terpenting pada pelaksanaan pilkada Kota Bekasi,” ujar Safrudin Komisioner KPU Kota Bekasi dalam mengawali seminar.
Dikatakannya, Media adalah sebagai patner kerja dalam suksesnya pemilihan Kepala Daerah untuk Kota Bekasi.
Lanjut Sarifudin, untuk Pilkada 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membangun Sinerginitas dengan media dan langsung membuat sebuah media center KPU Kota Bekasi untuk membantu dalam mempublikasikan sistem dan Tata cara pelaksanaan pilkada serentak nanti, dan prinsipnya adalah transparansi dari pada para media itu sendiri.
Pemaparan berbeda diutarakan Ketua IWO Kota Bekasi Iwan Nendi Kurniawan, “sistem kinerja Media Online dengan Media elektronik dan juga cetak sangatlah berbeda,” ditegaskan Iwan panggilan akrabnya, “sistem media Online dalam menyajikan berita, ketika dilihat dirasa langsung ketika itu juga Pemberitaan itu akan tersaji dan dapat dikonsumsi siapa saja.”
Lanjut Iwan, “kalau media lain akan berproses dulu dan menunggu waktu deadline baru dapat tersajikan menjadi konsumsi publik.”
“Mahasiswa adalah agen – agen pembaharuan (Perubahan), dan keterlibatan mahasiswa dalam mengawal pelaksanaan pilkada serentak adalah hal yang sangat membantu baik itu dalam bersosialisasi maupun untuk pelaksanaannya nanti,” papar Novita Ketua Panwaslu Kota Bekasi dalam pemaparannya dalam seminar Daerah.

Novita mengharapkan, para mahasiswa harus objektif dalam melakukan pengawasan atau pengawalan setiap paslon yang ada.
Pada setiap masalah yang ditemukan di lapangan segera laporkan ke panwaslu dengan bukti yang ada serta mampu menghadirkan saksi, dan itu akan dilakukan teguran dan sanksi bagi mereka yang telah melanggar Undang – undang Pemilu.
Perlu diketahui, papar Novita bahwa antara Panwaslu dan KPU selalu berkordinasi akan tahapan dan sistem pemilihan pimpinan daerah yang akan digelar 27 Juni 2018 yang akan datang, bagaimana Pilkada Kota Bekasi aman dan lancar.
Saya ingatkan untuk para mahasiswa, hingga hari ini sudah kah kalian lakukan pengecekan data pemilih kalian di kelurahan masing – masing dimana adik adik mahasiswa tinggal, pasalnya hal itu sangat penting dalam perlehatan Pilkada sekarang ini, dan jangan sampai suara anda tidak ada, tegasnya.
Lanjut Novita berharap, peran mahasiswa juga Media sangatlah penting dalam mensosialisasikan sistem Pilkada 2018 agar sukses dan lancar, jauh dari sistem yang melanggar aturan Pilkada, pasalnya kita harus mengenang kepemilu tahun 2014 dimana pemilih hanya kisaran 49 persen dari warga pemilih yang ada diKota Bekasi.Dan kita yakin untuk 2018 dari data pemilih yang ada sekitar 75 persen harus melaksanakan kewajibannya dalam pelaksanaan pilkada nanti, tutupnya. (Red/IWO)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.