WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Masih dalam rangka peringatan HUT RI Ke 73 serta Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 824, Pemkab Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek menggelar pameran pusaka.
Seperti yang diketahui, salah satu warisan budaya nusantara yang tercatat di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) yakni keris.
Terlihat di lokasi pameran yang mengambil tempat di seputaran Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek, pameran pusaka ini didominasi senjata tradisional keris.
Pameran pusaka kali ini dihadiri sedikitnya 30 perwakilan kabupaten atau kota se – Indonesia.
Menanggapi kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap warisan leluhur saat ini masih terbilang sangat tinggi. Terbukti dalam pameran pusaka kali ini pengunjung membludak.
“Kami cukup mengapresiasi kegiatan ini. Mengingat peserta yang hadir dalam pameran ini banyak diserbu pengunjung, cukup membuktikan bahwa antusias masyarakat akan warisan budaya masih sangat tinggi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (20/08/2018).
Masih terang Joko, tujuan dari pameran budaya ini salah satunya adalah untuk melestarikan peninggalan leluhur khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek.
”Di Kabupaten Trenggalek banyak peninggalan bersejarah dan sudah ada beberapa yang ditemukan,” imbuhnya.
Joko menambahkan, di Kabupaten Trenggalek banyak pengerajin keris dan hasil produksinya sudah menembus pasar hingga keluar Jawa. Munculnya Pengerajin Keris ini patut diapresiasi. Selain bisa menjadi alternatif pelestarian keris juga bisa menjadi ikon daerah.
Menurutnya pameran budaya semacam ini sangat penting bagi generasi muda khususnya kaum pelajar karena peninggalan pusaka para leluhur banyak memiliki nilai seni dan keindahan.
”Kami berharap para pelajar dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Trenggalek bisa memanfaatkan momen ini,” imbuh Joko.
Pihaknya juga berharap, kegiatan pameran ini bisa berlangsung setiap tahun dan lebih banyak menarik pengunjung sehingga membuat Kabupaten Trenggalek terkenal.
”Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus mendukung kegiatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ayu Mila Sari)
- SUKU TENGGER GELAR TRADISI ‘SODORAN’ TAHUN SAKA 1940
- LAKUKAN TRADISI WARGA PESABEN GALI 31 KERANGKA MANUSIA DARI KUBUR UNTUK PUNCAK ACARA NGABEN
- WUJUD SYUKUR MASYARAKAT, KEPALA KERBAU DILARUNG DI DAM.BAGONG TRENGGALEK
- TRADISI TURUN TEMURUN, LABUH LARUNG SEMBONYO DILAKUKAN DI PANTAI KARANGGONGSO
- AJANG SILATURAHMI WARGA TRENGGALEK, IKAT KEMBALI DIGELAR DI TMII
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.