Selasa, 13 November 2018, 7:33
Home / EKONOMI / HARGA MEROSOT, PETANI BAWANG PROBOLINGGO GELAR DOA DAN SHALAWAT BERSAMA
Kapolres bersama para petani bawang merah.

HARGA MEROSOT, PETANI BAWANG PROBOLINGGO GELAR DOA DAN SHALAWAT BERSAMA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Sebagai upaya mengharap berkah yang maha kuasa, atas merosotnya harga bawang merah saat ini, dimana menyentuh angka Rp 5 ribu perkilogram.

Para petani bawang di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggelar doa dan shalawat bersama, di area persawahan desa setempat.

Merosotnya harga bawang sendiri, membuat para petani tak bisa menikmati untung dari hasil panennya, bahkan merugi puluhan juta rupiah.

Petani setempat, Ikhsan Wahyudi (40) mengatakan, merosotnya harga bawang merah, membuat para petani termasuk dirinya tak dapat menikmati hasil panen saat ini.

Pasalnya harga bawang kualitas super, hanya dihargai Rp 10 ribu perkilogram. Ikhsan menyebut, jika besaran harga itu, tak cukup menguntungkan bagi petani.

“Sekarang bawang kualitas biasa Rp 5 ribu perkilogram pak, yang bagus Rp 10 ribu, jadi untungnya gak ada kalo ditotal dengan biaya tanam, perawatan dan obat hama,” kata Ikhsan, Selasa (09/10/2018).

“Oleh karenanya, kita para petani disini menggelar doa dan shalawat bersama, mengharap berkah sang ilahi,” tukasnya.

Atas merosotnya harga bawang merah, Ikhsan berharap pemerintah bisa membantu para petani, memasarkan hasil panenya ke sejumlah daerah.

“Saya harap pemerintah bisa menampung, hasil panen petani melalui bulog, untuk nantinya diekspor ke luar negeri guna mendongkrak harga jual,” tandasnya.

Senada disampaikan, Pengurus Asosiasi Petani Bawang Merah, Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nufindarko.

Bawang merah Probolinggo.

Menurutnya, harga jual bawang merah yang merosot, disebabkan melimpahnya pasokan bawang merah saat ini. Panen raya bawang yang berlangsung bersamaan, membuat stok berlebihan hingga mempengaruhi harga jual.

“Perlu adanya aturan tata niaga, yang dapat mengontrol harga jual bawang merah saat panen raya. Ketika aturannya jelas, tidak akan ada lagi petani buntung karena harga jual yang murah,” jelas Sugeng.

Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad, yang hadir dalam acara doa dan shalawat bersama mengatakan, pihaknya akan secara rutin turun ke lapangan (pasar bawang), guna membantu pengawasan harga.

Kapolres menyebut, agar harga bawang kembali stabil, pihaknya akan membantu petani membentuk koperasi, dimana nantinya bisa menjadi wadah petani, dalam menyampaikan aspirasinya ke para ‘Stakeholder terkait atau bupati, saat harga merosot.

“Kita akan bantu pengawasan, agar tidak ada permainan harga bawang di pasaran, utamanya masalah plasi bawang,” tegas. Kapolres. (Zulkiflie)

Check Also

SAMBUT HARI PAHLAWAN, WARGA LERENG BROMO PROBOLINGGO MAIN PERANG – PERANGAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Menyambut peringatan 10 November, yang merupakan hari pahlawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *