Selasa, 13 November 2018, 7:25
Home / JAKARTA / PAKDE KARWO USUL LAYANAN PUBLIK DIMUDAHKAN AGAR DAYA SAING INDUSTRI MENINGKAT DAN TIDAK PUNGLI

PAKDE KARWO USUL LAYANAN PUBLIK DIMUDAHKAN AGAR DAYA SAING INDUSTRI MENINGKAT DAN TIDAK PUNGLI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo lakukan pertemuan dengan CEO beberapa perusahaan seperti Garuda Food, Polytron, Pan Brother, Toyota Manufactur Indonesia pada Lunch Discussion With CEO Kompas 100 CEO Forum di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Dikesempatan dalam pertemuan ini Pakde Karwo sapaan akrabnya mengusulkan untuk meningkatkan daya saing industri dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan publik yang mudah. Agar pelayanan publik berjalan dengan mudah dapat dilakukan dengan online system dan multiple channel.

“Akses pelayanan mudah dengan online sistem dan multiple channel, maka masalah perijinan dapat teratasi. Daya saing industri pun dapat tercapai,” ujar Pakde Karwo.

Ia menjelaskan, dengan pelayanan publik yang mudah, maka tidak akan terjadi pungutan liar (pungli). Selain itu, jika suatu pemerintahan ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, syaratnya dengan memberikan pelayanan publik yang baik. Tak itu saja, terdapat beberapa syarat lain untuk mencapainya, yaitu pelayanan yang harus transparan, terukur, serta memiliki jiwa kepemimpinan, serta didukung sistem teknologi informasi.

Selain itu, Presiden harus membuat keputusan untuk mengambil alih dalam pengembangan industrialisasi. Penyampaian regulasi terutama hal mendasar terkait industrialisasi bisa disampaikan di bawah kewenangan Presiden. Tujuannya agar tidak terlalu banyak yang mengurus aturan – aturan di Indonesia.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait dengan peraturan dan pungutan itu lebih pada problem struktural. Karena itu Presiden bisa mengambil alih kelembagaan seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian itu seharusnya bisa dijadikan satu.

“Jadi sebetulnya perlu dilakukan restrukturisasi public policy yang serius. Ini sebetulnya kata kunci yang perlu dilakukan. Perlu adanya very strong political will dari Presiden untuk mengatur,” tegasnya. (Red)

Check Also

TANGGAPAN BIJAK CAK YUHAS MENGENAI DIKSI SONTOLOYO DAN GENDERUWO

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tahun 2018 digolongkan menjadi tahun politik, saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *