Selasa, 13 November 2018, 7:42
Home / NEWS / SANTRI PONPES BANI RANCANG PROBOLINGGO INI, RAYAKAN HSN DENGAN POLOK’AN

SANTRI PONPES BANI RANCANG PROBOLINGGO INI, RAYAKAN HSN DENGAN POLOK’AN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Meski puncak peringatan hari santri nasional, sudah lewat yakni pada 22 Oktober kemarin. Kemeriahan perayaan hari santri nasional ke 4, terus terasa di segala penjuru nusantara.

Salah satunya, seperti yang terlihat di Pondok Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ribuan santri dan santriwati setempat, tetap antusias merayakan hari santri nasional.

Perayaan yang dilakukan di Ponpes ini, tergolong berbeda. Mereka menggelar “Polok’an,” atau dalam istilah bahasa Indonesia berarti makan bersama.

Makan bersama di Ponpes ini masih natural, lantaran memakai daun pisang sebagai alasnya, dan menu yang disajikan cukup sederhana.

Berbekal nasi putih, ikan asin, telor, dan sambal dengan lalapan terong, menu sederhana tersebut sudah cukup menggugah nafsu makan para santri.

Pengasuh Pondok Pesantren, Bani Rancang, Kyai Agus Hasan Muktasim mengatakan, menu sederhana dihidangkan dimaksudkan, sebagai bekal atau pengalaman selepas santri keluar pondok. Harapannya, agar santri bisa hidup sederhana dan selalu berbagi.

“Makna lain Polok’an, santri bisa hidup mandiri dan pantang menyerah, saat berbaur dengan masyarakat umum. Terlebih bisa membantu, mereka yang kekurangan,” kata Kyai Hasan, Selasa (23/10/2018).

“Dan semangatnya terpenting yakni, cinta NKRI,” tukasnya.

 

Kyai Hasan menyebut, jika Polok’an sudah biasa digelar sejak jaman penjajahan dahulu, saat ada acara kegiatan-kegiatan agama Islam.

Sementara salah seorang santri, Arie mengungkapkan, ia sangat senang adanya Polok’an, karena bisa makan bersama – sama dengan semua santri pondok.

Adanya Polok’an menjadi makna tersendiri baginya, menjadi santri di pondok pesantren Bani Rancang.

“Senang pak bisa makan bersama begini, jarang-jarang soalnya. Harapan saya, semoga semua santri di Indonesia semakin maju, kreatif, dan berprestasi,”ungkapnya. (Zulkiflie)

Check Also

TANGGAPAN BIJAK CAK YUHAS MENGENAI DIKSI SONTOLOYO DAN GENDERUWO

WAGATABERITA.COM РSURABAYA. Tahun 2018 digolongkan menjadi tahun politik, saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *