Sabtu, 17 November 2018, 18:11
Home / JAKARTA / TURUT BERDUKA, KEJAKSAAN GELAR SHALAT GAIB SERENTAK DOAKAN KORBAN MUSIBAH LION

TURUT BERDUKA, KEJAKSAAN GELAR SHALAT GAIB SERENTAK DOAKAN KORBAN MUSIBAH LION

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kejaksaan RI yang ikut prihatin pada musibah jatuhnya Pesawat Lion JT 610 di perairan Laut diperairan Tanjung Karawang, Jawa Barat awal pekan lalu, Senin (29/10).

Kecelakaan pesawat yang membawa duka bagi bangsa Indonesia termasuk keluarga korban, tak terkecuali keluarga Korps Adhyaksa.

Wujud kesedihan Kejaksaan RI dengan mengelar Gelar Shalat Gaib secara serentak mendoakan korban meninggal pesawat Lion JT 610, diantaranya dilakukan di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga jajaran Badiklat Kejaksaan RI.

Di Kejagung shalat gaib dilakukan di Masjid Baitul Adli bersama Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakil Jaksa Agung Arminsyah dan Jaksa Agung Muda serta jajaran Kejaksaan. Sementara di Kejati DKI bersama Kejati DKI Tony Spontana, Aspidum Agus Winoto dan jajarannya.

Sementara Kepala Badan Diklat Kejaksaan Setia Untung Arimuladi mengelar shalat gaib bersama jajarannya di Masjid Al Hukama Badiklat Ragunan, Jakarta, Jumat (02/11/2018).

Shalat gaib sebagai bentuk perhatian dan empati jajaran kejaksaan, lantaran dari 189 korban musibah pesawat itu, 5 diantaranya merupakan keluarga Kejaksaan. Mereka adalah Jaksa Andri Wiranofa dan istrinya Nia Sugiono. Lalu, Jaksa Dody Junaedi, Jaksa Shandy Johan Ramadhan dan Staf Kejaksaan Sastiarta.

“Bersyukur kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan, dan pembelajaran bagi kita apabila kejadian tersebut terjadi di tempat kita dan menimpa saudara kita,” kata Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi usai Sholat Gaib di kompleks Badiklat, Ragunan.

Lanjut Untung doa ini sekaligus memberikan motivasi terhadap keluarga yang di tinggalkan, dengan harapan agar amal dan ibadah para korban pesawat Lion Air JT 610 yang meninggal dunia diterima di sisi Allah dalam keadaan husnul khotimah.

“Kepada keluarga korban agar diberi ketabahan dalam menghadapi kejadian ini,” ujar Untung.

Pelaksanaan shalat gaib juga merupakan kewajiban umat Islam untuk mendoakan dan menshalatkan jenazah yang tidak diketahui keberadaannya.

“Kita berduka, Indonesia berduka, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendoakan saudara kita yang mengalami musibah,” ucapnya.

Sebelumnya Kaban Diklat Untung dan jajaranya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi pesawat Lion Air JT 610 itu.

”Saya beserta segenap jajaran Badiklat Kejaksaan RI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban pesawat Lion Air JT 610,” pungkas Untung.

Seperti diketahui, Jaksa Andri Wiranofa adalah nama yang tercantum dalam manifes 173 seat 8A, merupakan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Saat penerbangan itu Jaksa Andri bersama istrinya Nia Sugiono, dengan manifes 174 seat 22E. Sedangkan Jaksa Dody Junaedi tercatat di manifes 075 seat 19E merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pangkalpinang. Begitu juga Shandy Johan Ramadhan dengan manifes 122 seat 7F merupakan Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. Sementara Staf TU Kejati Babel, Sastiarta dengan manifes Nomor 141, seat 34E

Sebelumnya Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua Umum PJI Noor Rachmad, Kabandiklat Setia Untung Arimuladi dan Para Jaksa Agung Muda menemui keluarga korban di kediamannya masing – masing. Kehadiran mereka untuk memberikan keprihatinan serta memberikan sumbangan kepada keluarga sebagai bentuk rasa kepedulian sesama Korps Adhyaksa yang sedang kena musibah.

Seperti diketahui dari 189 jiwa yang ada di Pesawat Lion Air Boing 737 Max 8 itu, 5 diantaranya keluarga Kejaksaan yang menjadi korban musibah pesawat tersebut. Kini tim Basarnas dan tim Sar seperti Kepolisian, TNI, dan Instansi lainnya tengah melakukan pencarian para korban.

Tim sar selain menemukan serpihan pesawat dan pakaian korban, tim penyelam berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR), diduga kedalaman 30 meter dasar laut pada Kamis 1 Nopember 2018. FDR adalah salah satu komponen black box atau kotak hitam dalam pesawat Lion Air PK – LQP dengan nomor penerbangan JT 610 tersebut. (Red)

Check Also

HADIRI SEMINAR KEJAKSAAN, PAKDE KARWO MINTA HUKUM HARUS MEMILIKI KEPASTIAN DAN KEADILAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema “Otoritas Pusat di Kejaksaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *