WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Suasana tenang dan damai terlihat dalam Pelaksanaan Catur Brata Penyepian Tahun Baru Saka 1941, di Perkampungan Suku Tengger lereng Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Dalam Pelaksanaan Nyepi yang dimulai hari ini, hingga besok Jum’at Pukul 05.00 WIB. Sejumlah warga muslim yang ada di pos penjagaan ring 2, atau pintu masuk utama di Desa Wonokerto.
Warga muslim desa setempat, turut serta melakukan penjagaan akses masuk perkampungan warga Suku Tengger.
Bersama ‘jaga baya’ atau petugas pengamanan adat, TNI dan Polri. Warga muslim bergantian, memberikan himbauan bagi pengunjung yang hendak melintasi perkampungan warga Suku Tengger.
Pengunjung diminta kembali atau berbalik arah, lantaran tengah ada Pelaksanaan Nyepi Umat Hindu.
Kepala Desa Wonokerto, Heri Tri Hartono mengatakan, aksi warganya tersebut merupakan simbol toleransi antar umat beragama.
Dan setiap tahunnya, sinergitas antar Umat Muslim dan Hindu selalu dilakukan saat Pelaksanaan Nyepi.

Begitupun saat ada acara keagamaan Umat Islam, warga beragama Hindu akan turut juga memberikan bantuan.
“Saling bantu ini, sudah biasa dilakukan warga Wonokerto pak. Dan ini cerminan kebhinekaan bangsa Indonesia,”terangnya, Kamis (7/03/2019).
Selama pelaksanaan Nyepi, penjagaan bersama dilakukan secara bergantian antar warga Umat Hindu dan Islam. Itu terus dilakukan, selama 24 jam kedepan.
Camat Sukapura, Yulius Christian mengatakan, penutupan akses jalan terbagi beberapa ring. Dimana ring kedua, berada di Desa Wonokerto, yang merupakan pintu utama.
Menurut Yulius di Kecamatan Sukapura, ada 5 Desa yang melaksanakan Nyepi. Meliputi Desa Wonokerto, Ngadas, Wonotoro, Jetak dan Ngadisari.
“Penjagaan Nyepi ini, sekitar seratus ‘Jaga Baya’ , ditambah bantuan anggota TNI, Polri kita terjunkan mas.Untuk wisatawan yang tengah menginap di hotel, tidak diperbolehkan aktifitas di luar hotel, hingga 24 jam kedepan,”kata Yulius. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.