WAGATABERITA.COM – SURABAYA Final Piala Presiden 2019 mepertemukan dua tim terbaik yakni Arema FC dan Persebaya, diketahui sebelumnya, Arema FC menang telak atas Kalteng Putra dengan skor 6 – 0 di babak semifinal. Sedangkan Persebaya berhasil mengalahkan sesama tim Jawa Timur, Madura United, dengan skor 4 – 2 di fase yang sama.
Dalam hal ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada masing – masing suporter baik Bonek Persebaya Surabaya dan Aremania Arema FC agar menjaga suasana dinamis kondusif guyup rukun.
Menurutnya, tidak ada alasan kedua kubu suporter untuk terus bertikai dan saling menyimpan dendam, “Ayo bareng – bareng membangun persepakbolaan Jawa Timur. Saya ingin Aremania dan Bonek bikin damai sejuk dan tidak ada keributan dalam bentuk apapun, mari kita syukuri nikmat all Jawa Timur Final ini,” ungkap Khofifah saat gelaran konser Slank bertajuk Ngaji Kebangsaan di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Minggu (07/04/2019) malam.
- INDONESIA TERMASUK DESTINASI SURVING NOMOR SATU DUNIA
- SEKDAPROV JATIM HARAP TERAPKAN DISIPLIN AGAR HASILKAN PEMAIN SEPAK BOLA BERINTEGRITAS
- 3.637 ATLET IKUTI AJANG PORKOTA PROBOLINGGO
- 70 PETINJU AMATIR SE – JATIM ADU SKILL DI KEJUARAAN BUPATI CUP PROBOLINGGO
- JARING BIBIT BARU, ROAD RACE KELAS MINI GP 50 CC DIGEBER DI PROBOLINGGO
Khofifah mengatakan perseteruan yang terjadi selama ini membuat atmosfer persepakbolaan di Jawa Timur kadang menjadi kurang kondusif. Padahal sejatinya sepakbola adalah hiburan dan sangat menjunjung tinggi sportifitas.
Lanjut Khofifah, Jawa Timur memiliki banyak tim sepakbola tangguh. Selain Persebaya dan Arema, juga ada diantaranya Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Madura United. Khofifah ingin sepakbola Jawa Timur lebih banyak diwarnai prestasi ketimbang isu – isu kurang produktif seperti bentrok antar suporter, perusakan fasilitas olahraga, dan lain sebagainya.
“Tidak ada untungnya bagi keduanya jika terus bertikai, jangan sampai jatuh korban seperti yang terjadi antara The Jak Persija dan Viking Persib. Saya yakin kita bisa kasih contoh yang baik,” ujarnya.

Khofifah mengungkapkan, dalam gelaran Piala Presiden 2019, Jawa Timur mendominasi dengan mengirimkan empat wakilnya yakni masing – masing Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Arema FC Malang, dan Madura United.
“Ini kali pertama Final Piala Presiden 2019 mempertemukan dua tim dalam satu provinsi. Bisa dibilang ini adalah Derby Jawa Timur, makanya saya ingin semua pihak dapat menahan diri,” tuturnya.
Khofifah menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim terkait pengamanan selama pertandingan. Ia pun telah meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak mentolerir segala bentuk anarkisme selama pertandingan. Khofifah menyatakan kesiapan dirinya menjadi penengah untuk mendamaikan Bonek dan Aremania.
“Pokoknya harus damai. Cari akar persoalannya dan buat kesepakatan bersama agar perseteruan diantara keduanya tidak terus berlarut. Jawa Timur yang merugi,” imbuhnya. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.