Senin, 26 Agustus 2019, 17:21
Home / NEWS / KHOFIFAH PERINTAHKAN DAN PANTAU TERUS KEBAKARAN GUNUNG PANDERMAN AGAR TIDAK MELUAS
Gubernur Jatim Khofifah Maknai Peringatan Hari Kartini 21 April 2019.

KHOFIFAH PERINTAHKAN DAN PANTAU TERUS KEBAKARAN GUNUNG PANDERMAN AGAR TIDAK MELUAS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kebakaran yang melanda lereng Gunung Panderman sejak Minggu (21/07) malam membuat Pemprov Jatim mengambil langkah cepat untuk menanganinya.

Agar kebakaran tak meluas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan “Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala BPBD Jatim untuk mencegah kebakaran ini meluas dan saya terus memantau perkembangannya setiap saat,” jelasnya di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (23/07/2019).

Dijelaskan hingga Senin (22/07) sore pukul 15 : 00 WIB, telah dilakukan pemadaman api di tiga titik yakni titik Parang Putih dan Tingsen, serta titik Puncak. Di titik Parang Putih dan Tingsen api skala kecil sudah dapat dipadamkan dan sudah dibuat sekat bakar ringan serta pembakaran terbalik pada lokasi yang terjangkau. Untuk lokasi yang sulit terjangkau (terjal) serta api skala besar belum bisa dipadamkan secara konvensional. Sedangkan di titik puncak api sudah dapat dikendalikan.
“Pagi ini pukul 07 : 00 WIB telah dilaksanakan apel pagi penanganan lanjutan dengan titik kumpul di Rach Megastar. Penanganan ini akan menggunakan metode sekat bakar dengan estimasi panjang 5 km lebar 3 meter dan pembakaran terbalik,” terangnya.

Selanjutnya personil tambahan yang berasal dari Perhutani KPH Malang (30 Orang), BPBD (50 Orang), LMDH (90 Orang), KTH Pandean dan LPL Bumi Hijau (15 Orang). Serta personil Kepolisian, TNI, para relawan dan juga dengan dukungan penuh dari Pemkot Batu dilibatkan untuk penanganan berikutnya.

Lanjut Khofifah, sebagian besar kebakaran terjadi pada tanaman bawah, serasah dan ilalang dan sulit dijangkau karena terjal dan bebatuan. Penyebab kebakaran diduga karena faktor alam persisnya akan ditelaah tim khusus yang melakukan penyelidikan, “Untuk itu saya mengimbau kepada para pendaki untuk benar – benar mematuhi aturan pendakian, menjaga lingkungan hutan dengan baik sehingga kejadian kebakaran hutan dan lahan ini dapat kita cegah bersama,” tegasnya.

Berdasarkan data dari pos pendakian Gunung Panderman tercatat 25 rombongan yang mendaki gunung panderman sekitar 100 orang dan sudah dievakuasi juga terdapat 60 orang pendaki Gunung Butak yang juga sudah dievakuasi.

Rencana rehabilitasi hutan akan dilakukan segera oleh orang nomor satu di Jatim ini yakni menggunakan jenis tanaman rimba seperti Suren, Eucalyptus dan MPTS.

Dirinya juga meminta agar jajaran terkait meningkatkan pengarahan kepada pendaki tentang bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meningkatkan pengawasan kepada pendaki atau pengunjung, serta melakukan pemasangan papan himbauan tentang bahaya Karhutla untuk langkah antisipasi. (Red)

Check Also

LAGI MASPION ADAKAN KEGIATAN SOSIALISASI HANYA GIANT YANG TUTUP

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kegiatan demi kegiatan dilakukan Maspion Squre seperti