WAGATABERITA.COM – PANGKALANBUN. Kegiatan Pelatihan Pembentukan Desa Bebas Pornografi Anak yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat yang berlangsung sejak Rabu (07/08).
Marisya dari Forum Anak Kabupaten Kotawaringin Barat menyatakan, “Sekarang sudah zaman millenial, rata – rata pegangan kami sehari – hari itu gadget. Kami tidak lepas dari gadget, mulai dari untuk berkomunikasi, belajar, dan mencari tutorial juga. Bahkan televisi, radio sudah jarang digunakan,” ujarnya baru menyadari jika anak – anak di daerahnya ternyata telah terpapar pornografi.
- KEMEN PPPA APRESIASI LANGKAH CEPAT KEMENDIKBUD JAWAB KELUHAN ANAK DAN ORANG TUA TENTANG BDR
- MENTERI BINTANG AJAK SEMUA WASPADA PADA PENGGUNA MEDSOS KARENA BANYAK PERDAGANGAN ANAK
- SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK
- KEMEN PPPA MINTA SEMUA IKUT MENJAMIN HAK ANAK KELOMPOK MINORITAS
- INI HASIL SUARA ANAK PADA PERINGATAN HAN 2019
Marisa menambahkan, kesimpulan tersebut didasarkan pada pengalamannya pribadi maupun teman – temannya dalam menggunakan internet, “Di Internet suka tiba – tiba ada konten atau iklan bermuatan pornografi. Apalagi kalau di youtube itu ada durasi waktunya, jadi kita nggak bisa skip. Otomatis, kita melihat. Itu waktunya terkadang nggak sebentar, dan walapun cuma beberapa menit tetap saja anak yang melihat sudah terpapar pornografi,” jelas Marisa.
Plt. Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Sumbono menerangkan, “Internet yang diakses anak juga merupakan ruang bagi predator anak. Kurangnya pengetahuan anak tentang dampak pornografi, bisa menjadikan mereka sebagai korban baik objek maupun subjek pornografi. Untuk itu setiap orang tua bertanggung jawab melindungi anak dengan mendampingi atau mengawasi aktifitas anak dengan gawai,” tambahnya.

Diterangkan Koordinator ECPAT Indonesia, Ahmad Sofyan, “International Police atau interpol bahkan memasukkan pornografi anak sebagai salah satu dari 7 kategori kejahatan serius di dunia. Oleh karena itu, Kemen PPPA bersama ECPAT Indonesia memberi pemahaman dan mendorong upaya perlindungan anak dari bahaya pornografi,” ujar Sofyan, yang menjadi pembicara dalam pelatihan pembentukan desa bebas pornografi anak di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Desa/Kelurahan Bebas pornografi adalah strategi dari upaya perlindungan anak dari bahaya pornografi sejak level pemerintahan terendah yaitu Desa/Kelurahan. Pelatihan Pembentukan Desa Bebas Pornografi Anak di Kabupaten Kotawaringin Barat melibatkan 2 Desa, yakni Desa Pasir Panjang dan Desa Pangkalan Satu dengan melibatkan kepala desa dan jajarannya, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Rencananya, desa tersebut akan dicanangkan sebagai desa bebas pornografi anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta pada siaran pers Kamis (08/082019). (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.