Rabu, 28 Juli 2021, 15:03
Home / MAKASSAR / LAGI KASUS BULLYING ANAK KHOFIFAH HIMBAU GURU DI JATIM TAK LENGAH PERHATIKAN SISWANYA
Foto bersama kerjasama PKS antara DP3AK Provinsi Jatim dengan DP3AK Sumut.

LAGI KASUS BULLYING ANAK KHOFIFAH HIMBAU GURU DI JATIM TAK LENGAH PERHATIKAN SISWANYA

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Kasus perundungan/Bullying pada siswa SMP berinisial MS (13) yang dilakukan teman sebayanya dengan kekerasan hingga menyebabkan syaraf jari tengah tangan kanan tidak berfungsi hingga tim dokter rumah sakit memutuskan agar jari tengah MS tersebut harus diamputasi terjadi di Kota Malang yang sempat viral di media sosial.

Hal itu menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang tegas meminta korban mendapat pendampingan baik dokter medis maupun psikolog agar siswa tak mengalami trauma psikis berkepanjangan yang mengakibatkan korban tidak mau sekolah atau kelak menjadi susah bergaul dengan teman sebayanya.

Di sela kunjungan kerjanya ke Makassar Khofifah menyampaikan, “Korban dan pelaku harus mendapatkan pendampingan dan bimbingan psikolog. Pertama agar korban tidak mengalami trauma pasca mengalami perundungan yang cukup parah, bahkan sampai ada bagian tubuhnya yang diamputasi,” terangnya Rabu (05/02/2020).

Mereka yang melakukan bullying harus dibina agar kelak tidak terjadi kejadian serupa, “kemudian juga pelakunya. Pendampingan orang tua, guru sekolah sangat dibutuhkan. Bagaimana agar anak – anak yang masih di bawah umur ini bisa mendapatkan pemahaman yang tepat bagaimana menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan sebayanya,” kata Khofifah.

Gubernur Saksikan Penandatanganan PKS antara DP3AK Prov. Jatim dengan DP3AK Prov Sumut.

Dihimbau pada seluruh guru di Jawa Timur tak lengah dalam mengawasi siswanya, guru tak hanya bertanggung jawab pada prestasi akademik saja tapi juga perilaku dan interaksi antar siswa, bila ada indikasi menyimpang seperti perundungan dapat bergerak cepat termasuk fungsi konseling di sekolah, “jika fungsi konseling ini berjalan baik, siswa akan terbiasa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi pada gurunya atau konselor sebayanya. Ini menjadi penting, agar hal – hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah lebih awal,” tandas Khofifah.

Pemprov Jatim berkomitmen kuat mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak terutama kasus kekerasan pada anak hingga prostitusi anak, “kemarin kami baru saja menggelar MoU diikuti PSK antara Pemprov Jatim dan Sumut terkait kerjasama anti perdagangan perempuan dan anak. Penandatanganannya nya dilaksanakan di Medan. Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah dalam rangka penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari korban kekerasan serta tindak pidana perdagangan orang,” tutup Khofifah. (Red)

Check Also

BERIKUT BANSOS COVID YANG AKAN DIKUCURKAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 21 Juli hingga 25 Juli