Selasa, 26 Mei 2020, 3:19
Home / NEWS / ODP HAMPIR 10 RIBU KHOFIFAH ANTISIPASI PREDIKSI BIN DENGAN TAMBAH RS RUJUKAN TERMASUK TENAGA MEDIS
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

ODP HAMPIR 10 RIBU KHOFIFAH ANTISIPASI PREDIKSI BIN DENGAN TAMBAH RS RUJUKAN TERMASUK TENAGA MEDIS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Guna mengantisipasi puncak penyakit virus Corona (COVID – 19) yang diprediksi Badan Intelijen Negara (BIN) penyebarannya akan mengalami puncaknya pada Juli 2020 yang diperkirakan akan mencapai 106.287 kasus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan berbagai skema mitigasi.

Dalam hal ini Pemprov Jatim telah menyiapkan 75 rumah sakit rujukan untuk menampung pasien di 38 Kabupaten/Kota Se – Jawa Timur termasuk sumber daya manusia (SDM) untuk mengantisipasi prediksi, “jumlah RS Rujukan bertambah signifikan dari sebelumnya yang hanya sebanyak 44 RS Rujukan. Namun demikian saya berharap prediksi (BIN) itu tidak terjadi,” ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (04/04/2020).

Saat ini sebanyak 2.351 bed isolasi yang telah siap menampung pasien covid – 19 yang terdiri dari 950 ruang observasi, 633 pengembangan ruang isolasi bertekanan negatif, 488 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 224 ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, dan sebanyak 56 ruang isolasi negatif dengan ventilator.

Insya Allah terus berkembang seiring dengan persiapan beberapa rumah sakit yang siap melayani pasien Covid – 19, “kalau khusus bed isolasi saja, angkanya terus naik. Kalau dibandingkan tanggal 21 Maret lalu kita total ada 1.613 bed, kemudian tanggal 26 Maret bertambah lagi menjadi 1.875 bed, dan per 2 April total bed isolasi kita ada 2.351 bed. Kalau ditotal jumlah bed isolasi dan bed non isolasi RS rujukan kita saat ini mencapai 13.357 bed dan Insya Allah terus ditambah untuk maksimalisasi mitigasi covid – 19,” papar Khofifah.

Pemprov Jatim saat ini menyiagakan ribuan tenaga medis dari 75 rumah sakit rujukan tersebut memiliki sebanyak 152 orang dokter paru, 346 dokter penyakit dalam, 209 dokter anestesi dan 1.275 orang dokter umum. Selain itu, Jawa Timur juga di dukung oleh relawan mahasiswa tenaga kesehatan saat ini mencapai 1.862 orang termasuk tenaga perawat sebanyak 33.377 orang berpotensi untuk turut bisa di gandeng di Jatim dalam perawatan pasien Covid – 19.

Lanjut Khofifah, “kami juga merangkul berbagai organises profesi seperti IDI, PDGI, PPNI, IBI, IAI, IAKMI dan tenaga kesehatan lainnya untuk bersama – sama memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada pasien dengan Covid – 19. Dengan demikian, kedepan terdapat 14.438 orang dokter yang potensial untuk turut serta terjun dalam gotong royong melawan pandemi ini,” terangnya.

Untuk diketahui hingga tanggal 3 April 2020 kemarin pasien positif Covid – 19 di Jatim ada 152 orang, PDP sebanyak 717 orang, dan ODP ada 9.435 orang, “skema mitigasi ini sebagai bagian dari upaya Pemprov Jatim memberi jaminan rasa aman kepada masyarakat. Saya tetap berharap badai Covid – 19 ini bisa segera berakhir dan masyarakat kembali hidup aman dan tenteram. Ikuti anjuran Pemerintah, tetap tinggal di rumah dan keluar rumah hanya untuk kepentingan urgen, olah raga yang cukup dan jaga jarak aman serta pola hidup bersih dan sehat,” tutupnya. (Red)

Check Also

LARANG TAKBIR KELILING KHOFIFAH LAKUKAN TAKBIR ONLINE BERSAMA HINGGA 5 BENUA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penyebaran covid – 19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar membuat