Jumat, 5 Juni 2020, 10:11
Home / NEWS / PSBB TAHAP DUA BERLANJUT 14 HARI SANKSI BAGI PELANGGAR TAK BISA PERPANJANG SIM DAN URUS SKCK
Gubernur Khofifah.

PSBB TAHAP DUA BERLANJUT 14 HARI SANKSI BAGI PELANGGAR TAK BISA PERPANJANG SIM DAN URUS SKCK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kawasan Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik yang dimulai sejak 28 April 2020 lalu berakhir 11 Mei 2020 yang hingga saat ini telah berjalan 12 hari lamanya, tetapi nampaknya penyebaran virus corona belum tampak hasil akan menurun tetapi malah cenderung terus meningkat.

Sehingga melalui rapat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopinda Jawa Timur serta tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik lengkap dengan Forkopimda Kabupaten/ Kota dalam rapat evaluasi PSBB tahap pertama di Gedung Negara Grahadi akan memperpanjang PSBB selama 14 hari lagi hingga tanggal 25 Mei 2020.

Melalui pengumumannya Khofifah mengatakan, “berdasarkan telah dari para pakar epidemologi tentang penyebaran covid – 19, sebanyak 70 persen orang terinfeksi covid – 19, proses infeksinya bisa tetap bergerak di atas 14 hari. Maka 14 hari PSBB yang telah kita lakukan di Surabaya Raya setelah ditelaah secara epidemiologi, dinilai belum cukup untuk menjamin berhentinya penyebaran covid – 19,” katanya Sabtu (09/05/2020).

Keputusan melakukan perpanjangan masa PSBB diambil setelah melihat kajian epidemiologi yang menunjukkan pola penyebaran covid – 19 di Surabaya Raya masih tinggi terutama untuk daerah Kota Surabaya, “selain itu dari telaah pakar epidemiologi terkait PSBB tahap pertama ini, maka kami bersepakat dan kami setujui akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” lanjut Gubernur Khofifah.

Diketahui hasil kajian sebagian pasien terjangkit covid – 19 memiliki masa penularan lebih dari 14 hari, hanya 30 persen orang yang positif covid – 19 masa penularannya hanya 14 hari sedangkan 35 persen yang lain bahkan bisa menularkan hingga 21 hari serta 15 persen orang yang terinfeksi covid – 19 masa penularannya mencapai 28 hingga 30 hari sehingga menjadi alasan perpanjangan PSBB Surabaya Raya termasuk alasan belum tercapainya indikator keberhasilan PSBB yang dicantumkan dalam Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Hal yang dianggap belum tercapai adalah penurunan jumlah kasus konfirmasi covid – 19, penurunan angka kematian kasus covid – 19, dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal tetapi Khofifah menerangkan dari hasil evaluasi yang dilakukan Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Jatim, pelaksanaan PSBB Gresik dan Sidoarjo relatif berhasil dimana terjadi penurunan tren persebaran penularan Covid – 19.

Rapat pengumuman perpanjangan PSBB tahap 2 Surabaya Raya Jatim.

Tetapi lain dengan Kota Surabaya yang masih perlu kerja keras lagi karena tren peningkatan jumlah pasien positif Covid – 19 masih terjadi, “karena memang PSBB bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, namun juga masyarakat. Kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah,” imbuh Khofifah.

Pada PSBB pertama, Pemprov Jatim dan penegak hukum masih memberlakukan fase edukasi dan imbauan serta penindakan kepada warga, “Fase tersebut sudah selesai, warga yang melanggar akan langsung ditindak. Kunci agar PSBB berhasil adalah warganya harus disiplin, harus patuh, dan jangan menyepelekan penyebaran covid – 19, penindakan akan lebih nampak di PSBB tahap kedua. Akan ada penindakan berupa pemberian sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran PSBB, mereka yang melanggar tidak akan mendapatkan perpanjangan SIM selama 6 bulan ke depan, begitu juga saat mengurus SKCK,” ancam Khofifah.

Semetara Ketua Tim Advokasi PSBB dan Survilans Covid – 19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Windhu Purnomo mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan munculnya gelombang kedua penularan Covid – 19 jika PSBB tidak diperpanjang, “penularan covid – 19 sudah kelihatan polanya. Maka dari itu kami merekomendasikan PSBB diperpanjang hingga 28 hari meskipun pertumbuhan pasien positif covid – 19 di suatu daerah menjadi datar selama dua pekan diterapkan PSBB, melihat kondisi semacam itu, PSBB memang seharusnya minimal 28 hari. Dua minggu pertama untuk evaluasi sebetulnya. Tapi dari segi penularan kasus minimal 28 hari,” terangnya. (Red)

Check Also

TAK ADA YANG KEBAL PADA CORONA GUBERNUR HARAP PASIEN SEMBUH EDUKASI MASYARAKAT AGAR WASPADA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Peningkatan korban positif Covid – 19 tak