Sabtu, 11 Juli 2020, 11:11
Home / NEWS / GUBERNUR AKUI PENYEBARAN COVID DI JATIM MELONJAK CEPAT PADA PRESIDEN
Gubernur Khofifah.

GUBERNUR AKUI PENYEBARAN COVID DI JATIM MELONJAK CEPAT PADA PRESIDEN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melaporkan secara langsung data pasien positif covid – 19 di Jatim kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/06/2020).

Dilaporkan pasien positif covid – 19 Jatim terus melonjak, “Pak Presiden, kami laporkan percepatan penambahan pasien positif di Jatim yang luar biasa. Di dunia ini dari 4 juta jadi 8 juta dalam waktu 17 hari. Di Indonesia 20 ribu menjadi 40 ribu selama 28 hari dan di Jawa Timur dari 4.000 menjadi 8.000 dalam waktu 14 hari,” ucap Khofifah pada Jokowi.

Ditambahkan Kjofifah, “ada percepatan penularan yang luar biasa. Tentu kami sangat membutuhkan banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan seluruh cepatnya penularan ini,” urainya.

Banyak hal dilakuan guna mengendalikan penyebaran Covid – 19, seperti saat penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya Raya tiga tahap, optimistis kasus Covid – 19 di Jatim akan turun dengan melihat dari rate of transmission (RT) atau rasio penukaran di Jatim yang sempat turun di bawah angka 1.

“Izin Pak Presiden, kami sempat mendapatkan kebahagiaan ketika tanggal 9 Juni sebetulnya Rate of transmission di Jawa Timur sudah 0,86 persen. Tapi kemudian ada kenaikan kembali pada tanggal 24 Juni kemarin menjadi 1,08 persen,” ungkap Khofifah.

Dijelaskan, Rate of Transmission Surabaya Raya sempat di bawah 1 sampai dengan 6 hari. Surabaya juga di bawah 1 sempat 6 hari. Sidoarjo di bawah 1 sempat 8 hari. Gresik di bawah 1 sempat 6 hari. “Hari itu kami sudah merasa bahwa kita tunggu sebentar lagi 8 hari lagi, terus kita sudah siap new normal,” lapor Khofifah.

“Tetapi kemudian imbauan kami pada saat lebaran supaya silaturahim secara virtual dan seterusnya, itu tidak mudah untuk mengajak masyarakat halal bihalalnya nanti secara digital saja. Ternyata dianggap kurang afdol,” ungkapnya.

Temuan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) terkait tingkat kepatuhan masyarakat rendah, di Surabaya Raya di tempat ibadah, ada 70 persen yang tidak menggunakan masker, dan ada 84 persen tidak melakukan physical distancing.

Terjadi pula di pasar tradisional yang jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker meningkat hingga 84 persen termasuk tempat nongkrong ada 88 persen tak menggunakan masker, Pasar tradisional sendiri buka 92,8 persen, 84 persen tidak menggunakan masker, dan 89 persen tidak physical distancing. Sedangkan tempat cangkrukan seperti warung, tercatat 88 persen pengunjung tidak menggunakan masker dan 89 persen tidak physical distancing. (Red)

Check Also

BERNIAT BANTU BNN PENGURUS PAMMI DITANTANG TES URIN OLEH KEPALA BNNP JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penggunaan Narkotika saat ini telah menyasar