Senin, 28 September 2020, 10:38
Home / NEWS / KAWASAN WISATA ALAM BROMO DIBUKA KHOFIHAH INGIN TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN
Gubernur Khofifah di Bromo.

KAWASAN WISATA ALAM BROMO DIBUKA KHOFIHAH INGIN TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Setelah melakukan diskusi virtual dengan Pemerintahùpusat serta adanya rekomendasi dan kesepakatan dari empat Kepala Daerah yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan serta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN – BTS) akhirnya bertahap akan dibuka.

Kawasan wisata di TN – BTS ini yang sementara akan dibuka sementara Gunung Semeru belum, “wisata gunung Bromo dibuka mulai hari ini. Pada prinsipnya reaktivasi kembali kawasan wisata alam Gunung Bromo ini berdasarkan rekomendasi empat kepala daerah serta Balai Besar TNBTS yang sepakat untuk membuka kembali destinasi pariwisatanya dengan mempertimbangan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Gubernur Khofifah, Jumat (28/08/2020), di Gedung Negara Grahadi.

Lanjut Khofifah, “jika salah satu tidak setuju maka tidak bisa dilaksanakan. Oleh karena itu tanggung jawab menjaga kapasitas wisatawan serta protokol kesehatan harus di monitor oleh semua pihak baik empat Pemkab maupun TN – BTS,” katanya Jumat (28/08/2020), di Gedung Negara Grahadi.

Dengan bertahap reaktivitasi Gunung Bromo dibuka dengan menerapkan sistem kuota pada wisatawan yang berkunjung yang di kontrol melalui sistem pembelian tiket wisata secara online yang bisa diperoleh pengunjung dengan memesan di situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

Dijelaskan kawasan wisata Gunung Bromo ini hanya bisa dikunjungi bila wisatawan telah memiliki karcis, “saya beberapa hari ini juga sudah berkoordinasi dengan tokoh tetua Suku Tengger bahwa akan ada check poin di titik – titik masuk kawasan Gunung Bromo. Misalnya di Ngadisari kalau via Probolinggo, akan ada tim yang mengecek wisatawan, misalnya akan menginap dimana, di home stay atau di hotel mana, lalu akan ada tim yang monitor agar semua terjaga dengan baik” terang Khofifah.

Kawasan Bromo.

Sejumlah SOP diterapkan pada kunjungan wisata yang disusun bersama oleh Balai Besar TN – BTS dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru bahkan pengunjung yang hadir dibatasi usia lebih dari 14 tahun dan maksimal 60 tahun dan diwajibkan menggunakan perangkat protokol kesehatan seperti masker, diwajibkan menggunakan sarung tangan selama berada di kawasan wisata, dicek suhu badannya, dan diwajibkan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

Termasuk pembatasan kuota wisatawan di setiap site yang diizinkan untuk direaktivasi diantaranya site bukit cinta diizinkan 28 orang per hari, site Penanjakan dibolehkan 178 orang per hari, site bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari sementara site Savana Teletubies hanya 347 orang per hari, dan site Mentigen hanya 100 orang per hari.

Sementara kawah Bromo sendiri masih dilarang untuk dikunjungi sebab berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) PGA Cemoro Lawang. Dalam rekomendasi itu dituliskan bahwa dilarang mengunjungi Kawah Bromo dengan batas radius aman 1 kilometer dari kawah Bromo.

Ribuan masker bahkan telah disediakan Gubernur Khofifah pada pengelola wisata masyarakat suku Tengger, termasuk masyarakat yang mengelola wisata di kawasan Bromo termasuk menitipkan vitamin dan hand sanitizers.

Reaktivasi kawasan wisata Bromo ini akan menerapkan protokol kesehatan secara ketet,” “kami pesan kalau misal jumlah masker di sana sudah mulai menipis maka segera kontak Satgas Covid – 19 agar langsung kita kirimkan,” ungkap Khofifah. (Red)

Check Also

PJS BUPATI TRENGGALEK BILANG OPERASI YUSTISI AGAR MASYARAKAT SADAR PROTOKOL KESEHATAN

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Berbagai upaya Pemerintah dalam rangka