Sabtu, 24 Oktober 2020, 21:23
Home / NEWS / HUKUM / DUA SAKSINYA DITOLAK PENGACARA BS DAN HAKIM DISIDANG LALU INI KESAKSIAN SAKSI FAKTA PT ANTAM PADA SIDANG INI
Saksi fakta PT Antam ssat memberikan kesaksian di Pengadilan.

DUA SAKSINYA DITOLAK PENGACARA BS DAN HAKIM DISIDANG LALU INI KESAKSIAN SAKSI FAKTA PT ANTAM PADA SIDANG INI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan gugatan perdata 1,136 ton emas oleh pengusaha Surabaya, Budi Said kepada PT Antam Tbk, Selasa (22/09) sore hari.

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi Belladona, selaku Customer Service di Butik Emas PT Antam, Tbk di Surabaya pada tahun 2018. Yaitu, pada periode pembelian atas nama Budi Said berlangsung.

Dalam kesaksiannya Belladona mengungkapkan, di perusahaan PT Antam, Tbk tidak ada nama Eksi Anggreaini sebagai karyawan PT Antam, Tbk. Eksi Anggreaini juga bukanlah seorang marketing PT Antam Tbk, tetapi hanya seorang pembeli atau customer biasa.

“Pak Hakim yang mulia, Eksi Anggraeni tak mungkin dapat menentukan harga emas Antam, apalagi memberikan diskon pada pembeli Antam, tidak mungkin Pak,” ungkap saksi Belladona di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Martin Ginting.

Sementara itu, saat ditanya pengacara Budi Said mengenai apakah pengambilan emas PT Antam, Tbk yang sudah dibeli dapat diwakilkan kepada orang lain. Maka, saksi Belladona dengan tegas mengatakan, bisa diwakilkan. “Bisa diwakilkan, karena pada saat bulan Mei hingga Agustus waktu itu, belum diatur mengenai surat kuasa,” ungkap Belladona.

Menjawab pertanyaan kuasa hukum Budi Said, Ening Swandari, S.H., M.H. mengenai faktur yang dipotong bagian bawahnya, Belladona menjelaskan, faktur dari Antam utuh seperti ini (sambil menunjukan contoh faktur).

Lalu Majelis Hakim menambahkan, “berarti ada kejanggalan ini, nanti siapa dan bagaimana biar kami yang menilai. Coba bagaimana mengenai orang yang sudah membayar tapi belum menerima barang?” tanya hakim kepada saksi.

Menjawab itu, Belladonna mengatakan, yang menyerahkan adalah petugas loket dan apabila pembeli sudah menerima faktur berarti barang sudah dikeluarkan oleh Antam, “yang menyerahkan petugas loket yang mulia. Apabila pembeli sudah menerima faktur berarti barang sudah dikeluarkan oleh Antam,” ujarnya.

Selain itu, menjawab Tim Kuasa Hukum PT Antam, mengenai disain tempatnya bekerja, yaitu Butik Emas PT Antam, Tbk di Surabaya, khususnya mengenai adanya sebuah lubang yang terhubung antara Butik Emas Antam Surabaya dengan ruangan yang disewa atas nama Tjioe Sien Jap tahun 2018, atau pada periode transaksi Budi Said berlangsung.

Seperti diketahui, Tjioe Sien Jap adalah adik ipar Budi Said yang juga bekerja pada perusahaan milik Budi Said. Menjawab pertanyaan itu, saksi Belladona mengaku tidak tahu. “Saya kurang tahu Pak lubang di sana karena kalau saya ke belakang cuma makan terus saya balik lagi,” ujar Belladona.

Karena saksi tidak mengetahui soal hal ihwal soal lubang tersebut, akhirnya hakim meminta agar saksi tidak ditanyai lagi mengenai lubang di gedung yang disewa PT Antam Tbk untuk Butik Emas PT Antam, Tbk di Surabaya itu.

Padahal semula Pihak Antam berharap Pihak Pengelola Gedung bersedia hadir untuk menjelaskan lubang tersebut, agar terang benderang di muka persidangan, akan tetapi pagi hari sebelum sidang, mereka menginformasikan tidak dapat hadir karena alasan kesehatan,” Jelas Moh. Mukhlas, SH, salah seorang Pengacara Antam.

Dalam sidang sebelumnya, Selasa (15/09), dua orang saksi fakta yang dihadirkan Tim Kuasa Hukum PT Antam Tbk, yaitu Nur Hasanah dan Taufik ditolak oleh Tim Kuasa Hukum Budi Said.

Alasannya, karena kedua orang saksi tersebut adalah karyawan PT Antam Tbk. Dan menurut Majelis hakim karyawan tidak boleh menjadi saksi di persidangann. Maka, sebagai gantinya Kuasa Hukum PT Antam Tbk menyerahkan bukti keterangan tertulis (Affidavit) yang dibuat oleh kedua saksi tersebut.

Sementara itu, seusai persidangan Kuasa Hukum PT Antam, Tbk Moh Mukhlash, SH mengungkapkan, bukti keterangan tertulis tersebut, yang pertama adalah keterangan Nur Hasanah menjelaskan perbedaan jumlah uang yang didalilkan oleh penggugat dengan jumlah uang yang didalilkan oleh Tergugat I (ANTAM).

Kemudian menjelaskan cara – cara pembayaran Budi Said kepada ANTAM berupa transfer dan setor tunai, dan menjelaskan pembayaran yang dilakukan oleh Eksi Anggraeni (Tergugat V) atas nama Budi Said kepada ANTAM.

Para Hakim sidang PT Antam Tbk.

“Kami sudah mengajukan bukti tertulis berupa Affidavit atau keterangan tertulis dari dua saksi yang telah ditolak oleh Majelis Hakim dan Kuasa Hukum Penggugat, bukti tersebut telah dilegalisasi oleh Notaris. Sehingga menurut kami bukti tersebut sebagai bukti yang otentik yang memenuhi kualifikasi alat bukti dalam hukum acara perdata,” ujar Kuasa Hukum PT Antam, Tbk Moh Mukhlash, SH.

Sementara itu, lanjut Moh. Mukhlash, SH, keterangan Taufik adalah mengenai sistem jual beli emas di ANTAM telah terintegrasi dan tersistem dengan sistem e – mas, yang mencatat segala transaksi pembelian.

Sehingga ketika terjadi transaksi maka secara real time tercatat tanggal dan nomor faktur, jumlah barang (emas), jumlah uang yang dibayar, dan jumlah emas yang dikeluarkan dari stok brankas, di mana seluruh pembelian Budi Said sudah dikeluarkan dari Stok sesuai dengan pembayaran yang dilakukan.

Menanggapi keterangan saksi Belladona mengenai harga emas Antam, salah satu pengacara Antam lainnya Alki Kiromin, SH seusai sidang menambahkan, harga emas Antam selalu di update setiap hari dan dapat diakses dengan mudah oleh siapapun di Web atau tinggal ketik di Google saja.

“Kalau calon pembeli datang ke butik emas Antam di manapun di seluruh Indonesia, list daftar harga selalu dipampang di depan butik lengkap dengan tanggal berlaku yang diperbaharui setiap hari,” Alki Kiromin, SH.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Antam lainnya, Frids Meson Sirait, SH mengungkapkan, “Harga Emas seperti juga Kurs US$ misalnya, yang fluktuatif sesuai pasar, jadi tidak mungkin seorang kepala cabang sebuah bank, atau Money Changer, membuat kurs sendiri. Apalagi emas Antam terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).

Selain bukti tertulis, kami awalnya juga mengajukan dua orang saksi, yaitu Belladona selaku Customer Service di Butik Emas Surabaya pada tahun 2018 yaitu pada periode pembelian atas nama Budi Said berlangsung, yang menjelaskan mekanisme transaksi pembelian emas pada lazimnya.

Kemudian, bermaksud menghadirkan juga saksi satu lagi dari pihak yang menyewakan gedung, pengelola Gedung Medan Pemuda. Akan tetapi, kemudian saksi tersebut akhirnya memutuskan tidak bersedia untuk menjadi Saksi dalam Persidangan,” ungkap Frids Meson Sirait, SH.

Padahal, lanjut Frids Meson Sirait, SH, “tadinya kami berharap saksi dapat menjelaskan penyewa ruang yang tepat disamping Butik Emas pada tahun 2018,” ungkapnya, Jumat (25/09/2020).

Di akhir persidangan, Majelis Hakim memberi kesempatan sekali lagi bagi Pihak Pengelola Gedung agar dapat hadir di Agenda Sidang berikutnya pada tanggal 29 September 2020, untuk menjelaskan hal – hal yang terkait dengan perjanjian sewa dengan pihak Antam sebagai tenant, yang berada di sana sejak tahun 2017, serta denah ruang dan lain – lain, agar dapat memberi pemahaman tentang suasana ruang yang disewa oleh Antam untuk operasional BELM Surabaya 01. Juga mengenai profil penyewa ruang yang tepat di sebelah BELM Surabaya 01. (Red)

Check Also

BERIKUT DAFTAR ZONA KUNING DAN ORANGE DI WILAYAH JATIM

WAGATABERITA. COM – SURABAYA. Satuan Gugus Covid Nasional telah menetapkan