Sabtu, 24 Oktober 2020, 22:27
Home / NEWS / HUKUM / PANDEMI CORONA TAK HAMBAT PETUGAS BEA CUKAI JUANDA UNGKAP PEMBAWA SABU 3 KG DARI MALAYSIA
Budi Harjanto Kepala Bea Cukai Juanda.

PANDEMI CORONA TAK HAMBAT PETUGAS BEA CUKAI JUANDA UNGKAP PEMBAWA SABU 3 KG DARI MALAYSIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dimasa kondisi pandemi corona saat ini tak menyurutkan peredaran narkotika. Hal itu dibuktikan Tim Intelejen Bea Cukai Juanda yang cermat dalam pengawasan terhadap upaya – upaya pelanggaran hukum termasuk penyelundupan narkotika.

Melalui analisa tim intelejen Bea Cukai Juanda dari informasi yang didapat akan terdapat penyelundupan narkotika melalui terminal kedatangan Internasional bandara T 2 Juanda sehingga petugas operasional melakukan atensi lebih mendalam terhadap para penumpang yang datang.

Cermat dalam melakukan pengawasan petugas bea Cukai Juanda akhirnya mencurigai sebuah kardus yang merupakan bagasi penumpang dari pesawat udara Air Asia kode QZ321 asal Kuala Lumpur Malaysia yang kemudian diambil seorang penumpang bernama Budi Hartono.

Diamankan dan digeledah akhirnya petugas menemukan narkotika jenis sabu – sabu didalam stop kontak yang dibawa Budi Hartono sebanyak 29 buah dengan masing – masing stop kontak berisi sebungkus sabu – sabu dengan berat kurang lebih 100 gram dengan total lebih 3 kg.

Setelah dilakukan pemeriksaan terbukti barang yang dibawa tersebut adalah narkotika jenis Sabu sehingga Budi Hartona ditahan dan akan diperiksa dan kasusnya dikembangkan lebih lanjut dengan bekerja sama dengan BNNP Jatim.

Konferensi pers Bea Cukai Juanda.

Melalui keterangan persnya Kepala Bea Cukai Juanda Budi Harjanto menjelaskan, “saat itu dicurigai barang dalam kardus yang kemudian diambil seseorang penumpang yang kemudian diperiksa oleh petugas dan setelah diperiksa secara intensif terdapat narkotika jenis sabu pada bawaannya,” jelasnya di Kantor Bea Cukai Juanda Surabaya Jumat (25/09/2020).

Melalui keterangan tersangka, “barang tersebut dibawa atas permintaan temannya saat di Malaysia dengan dijanjikan upah 10 ribu setelah barang diterima di Surabaya,” ungkap Budi Harjanto.

Budi melanjutkan, “dalam hal ini tersangka dianggap melanggar pasal 113 ayat (2) Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 102 huruf e Undang – Undang no 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006 sanksinya adalah pidana penjara seumur hidup hingga pidana Mati atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum atau ditambah 1/3 hukuman,” tutupnya. (Juliman)

Check Also

BERIKUT DAFTAR ZONA KUNING DAN ORANGE DI WILAYAH JATIM

WAGATABERITA. COM – SURABAYA. Satuan Gugus Covid Nasional telah menetapkan