Jumat, 18 Juni 2021, 12:46
Home / EDUKASI / SEGERA PTM VAKSIN GURU WAJIB TERCAPAI 100 PERSEN
Gubernur Khofifah.

SEGERA PTM VAKSIN GURU WAJIB TERCAPAI 100 PERSEN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi bersama dengan Bupati/Walikota se Jatim secara virtual di Gedung Negara Grahadi Surabaya dalam rangka memberi instruksi pada seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur, untuk memprioritaskan vaksinasi para guru dan tenaga pendidik SMA, SMK dan SLB, Selasa (18/05/2021).

Diketahui Jatim tengah mempersiapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan diselenggarakan 5 Juli 2021 mendatang termasuk pembelajaran di pesantren dengan catatan guru dan tenaga pendidik harus telah divaksin 100% tetapi hingga saat ini dari jumlah 108.694 orang per 17 Mei 2021 masih 55,18 % guru dan tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin tahap pertama dan tahap kedua sebanyak 35,60 %.

Kata Khofifah, “kami¬† baru rakor (rapat koordinasi) dengan MKKS SMK, SMA dan SLB, dan kami berkoordinasi kepada masing – masing Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota, kita memastikan vaksinasi untuk guru mohon diprioritaskan,” pintanya.

Sisa waktu hingga 5 Juli 2021 Khofifah pinta Bupati/Walikota segera melakukan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai SKB empat menteri yang terbit 30 Maret 2021 lalu walau pelaksanaannya melihat perkembangan dinamika pandemi covid – 19 sehingga akan dijadikan bahan pertimbangan bahkan jam pelajaran serta proses PTM termasuk menunggu persetujuan orang tua murid.

Untuk mengantisipasi reaksi guru ada yang menolak vaksinasi instruksi Khofifah agar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota segera bertindak, “sekolah internasional juga guru – gurunya harus diberikan akses untuk mendapatkan vaksinasi. Maka jika nantinya ada kekurangan dosis, bisa dikoordinasikan dengan Kadinkes Jatim,” bilangnya.

Catatan ketersediaan vaksin di kabupaten/kota mencapai 2.416.402 dosis di 3.000 fasilitas kesehatan (Faskes), “sedangkan kalau dipotong dengan dosis kedua ada sekitar 1.550.456 dosis yg tersimpan, setelah pemenuhan dosis kedua. Ini artinya kalau ada 50 persen guru yang sudah tervaksinasi, berarti masih ada sekitar 50 ribu yang belum mendapatkan vaksin. Kita bisa menggunakan sisa vaksin yang 1,5 juta itu untuk mendahulukan seperti yang disarankan Bapak Presiden dan Menteri Kesehatan. Karena yang paling beresiko saat ini adalah lansia dan guru,” kata Khofifah.

Harapan Khofifah efektifitas vaksinasi yang dilakukan dapat menurunkan jumlah kasus covid – 19 seperti saat vaksin SDM Kesehatan, “selain itu juga tentunya protokol kesehatan harus kita ketatkan. Tetapi vaksinasi cukup signifikan untuk bisa menguatkan kekebalan tubuh dari petugas di ring pertama dalam menolong kesehatan. Saat ini dalam rangka tatap muka, guru – guru pun sudah harus dioptimalkan dipersiapkan dengan baik. Sehingga nanti, kita berupaya dari sisa yang belum divaksin, mudah – mudahan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” terangnya. (Red)

Check Also

PENJELASAN DEFISIT NERACA PERDAGANGAN JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Nilai perdagangan Jawa Timur diketahui mengalami