Jumat, 18 Juni 2021, 12:16
Home / JAKARTA / BENARKAH ASTRAZENECA DIHENTIKAN INI JELASNYA
Ilustrasi Vaksin

BENARKAH ASTRAZENECA DIHENTIKAN INI JELASNYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Vaksinasi telah diberikan Pemerintah pada masyarakat dimana vaksin yang telah disalurkan saat ini adalah Coronavac produksi Sinovac Biotech Ltd dari Tiongkok dan AstraZeneca, produk buatan Cambridge Biomedical Co, industri farmasi patungan Inggris – Swedia.

Proses pengujian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun dalam hal ini dilakukan agar vaksin dapat digunakan di Indonesia dan tentunya disesuaikan protokol dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) termasuk otorisasi pengunaan darurat (emergency use authorization/EUA) oleh lembaga terkait produsen setempat.

Tetapi berdasarkan rekomendasi Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh BPOM Kementerian Kesehatan memnghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch (kumpulan produksi) CTMAV547 bentuk upaya perlindungan pada masyarakat.

Dalam hal ini Siti Nadia Tarmizi juru bicara Kemenkes memastikan hanya distribusi dan penggunaan terhadap Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara astraZeneca yang lain tidak dihentikan, “Batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility. Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara,” jelasnya seperti dikutip laman Indonesiago Selasa (18/05/2021).

Walau belum cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud BPOM akan melakukan rekomendasi tersebut dengan menguji sterilitas dan toksisitas pada kelompok tersebut, namun dipastikan Batch AstraZeneca, selain CTMAV547, aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu, “penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi covid – 19 membawa manfaat lebih besar,” ungkap Siti.

Dijelaskan Siti kasus meninggalnya orang yang telah divaksin covid – 19 yang pernah terjadi selama ini penyebabnya dipastikan bukan dari vaksinasi yang diterimanya tetapi faktor lainnya karena berdasarkan data Komnas KIPI belum terjadi orang meninggal dunia akibat vaksinasi covid – 19 di Indonesia dimana yang terjadi hanya gejala ringan, seperti demam dan nyeri otot.

Walau sempat dikritisi publik banyak terdapat kasus penggumpalan darah bagi penerima vaksin AstraZeneca di beberapa negara dan tidak halal bahkan BPOM sempat meminta Kemenkes menyetop peredaran vaksin tersebut tanggal 17 – 19 Maret lalu guna mengkaji laporan dari WHO serta Badan Otoritas Obat negara lain, terkait efek samping vaksinasi tersebut dipastikan hingga kini tidak terdapat kendala berarti dalam penggunaan vaksin tersebut.

Ditambahkan hingga kini dosis vaksin jadi AstraZeneca mencapai 6 410 500 dosis telah tiba di Indonesia dan prioritasnya disalurkan ditujuh wilayah yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Maluku, DKI Jakarta, dan Bali bahkan di Jatim vaksin diberikan pada kalangan santri di pesantren. (Red)

Check Also

LANGKAH CEPAT ATASI SEBARAN COVID BANGKALAN

WAGATABERITA.COM – BANGKALAN. Diketahui virus covid – 19 masih menyerang