Minggu, 24 Oktober 2021, 4:32
Home / JAKARTA / VAKSIN SINOVAC AMAN UNTUK LANSIA BERIKUT PENJELASAN BPOM TENTANG HASIL UJI KLINISNYA
Logo BPOM

VAKSIN SINOVAC AMAN UNTUK LANSIA BERIKUT PENJELASAN BPOM TENTANG HASIL UJI KLINISNYA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemberian vaksin telah dilakukan Pemerintah Indonesia pada masyarakat dimana vaksin tahap pertama telah dilakukan pada Nakes yang akan dilanjutkan pada calon penerima vaksin berikutnya.

Kabar gembira disampaikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang saat ini telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac Biotech Inc untuk digunakan kepada kelompok lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas.

Kepala BPOM Penny K. Lukito secara daring menyampaikan, “pada 5 Februari 2021 kemarin, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization) vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari,” ungkapnya Minggu (07/02/2021).

Dikatakan vaksin pada populasi lansia harus dilakukan secara hati – hati karena berisiko tinggi dan cenderung memiliki penyakit penyerta atau komorbid, “oleh karena itu, proses screening menjadi sangat critical, sangat penting sebelum dokter memutuskan memberikan persetujuan vaksinasi,” ungkap Penny.

Informasi atau lembar fakta (fact sheet) sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator melakukan screening sebelum vaksinasi terhadap lanjut usia telah dikeluarkan, “di samping itu, manajemen risiko juga harus direncanakan dengan sebaik – baiknya sebagai langkah antisipasi/mitigasi risiko apabila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI),” terang Penny.

Tenaga kesehatan harus lebih siap pada pelaksanaan vaksinasi pada kelompok lansia dimana bila terjadi hal yang tidak diinginkan (KIPI) akses layanan medis dan obat wajib jadi perhatian,,“dengan telah diterbitkannya persetujuan vaksin untuk populasi lansia diharapkan angka kejadian infeksi dan angka kematian lansia akibat infeksi covid – 19 ini dapat menurun,” kata Penny.

Dalam hal ini dikatakan BPOM telah melakukan pembahasan dengan pihak terkait seperti Komisi Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dokter spesialis alergi dan imunologi, serta spesialis geriatrik terhadap hasil uji klinis vaksin CoronaVac di Cina dan Brazil yang melibatkan kelompok berusia 60 tahun ke atas.

Pantauan dan data uji klinis vaksin CoronaVac fase pertama dan kedua di Cina dan fase ketiga di Brazil telah dilakukan BPOM sehingga setelah memeriksa data uji klinis di kedua negara tersebut diberikan ijin tersebut dimana fase uji klinis pertama dan kedua di Cina yang melibatkan 400 orang kelompok lanjut usia menunjukkan imunogenisitas yang baik dimana kadar antibodi 97,96 persen 28 hari setelah pemberian dosis kedua.

Sementara lanjut Penny, “uji klinis fase ketiga yang berlangsung di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini pada kelompok usia 60 tahun ke atas menunjukkan vaksin aman dan tidak ada efek samping serius yang dilaporkan,” jelasnya.

Dari uji klinis tersebut ditambahkan Penny sifatnya ringan dan tidak serius yakni hanya nyeri, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala. (Red)

Check Also

PPKM LANJUT INI RINCIAN LEVEL WILAYAH JAWA BALI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih dilakukan