Minggu, 24 Oktober 2021, 2:43
Home / JAKARTA / VAKSIN BOLEH TAK SESUAI DOMISILI INI EDARANNYA
Ilustrasi Vaksin

VAKSIN BOLEH TAK SESUAI DOMISILI INI EDARANNYA

WAGATABERITA. COM – JAKARTA. Kondisi dan situasi covid – 19 belakangan ini meningkat cukup pesat. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah dalam mengatasi penyebaran covid diantaranya mempercepat vaksinasi pada masyarakat.

Saat ini target pelaksanaan vaksinasi harian yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit akan dipercepat dengan target 1 juta dosis per hari sehingga perlu memanfaatan pos pelayanan vaksinasi dan optimalisasi Unit Pelaksana Teknis Vertikal Kementerian Kesehatan.

Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1669/2021 tentang Percepat Pelaksanaan Vaksinasi covid – 19 diterbitkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu yang ditujukan pada Pos Pelayanan Vaksinasi dan Optimalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan, pada Seluruh Direktur RS Vertikal Kemenkes, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, seluruh direktur Poltekkes, dan seluruh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Semua pihak diharap bersinergi dan berkolaborasi guna mempercepat program vaksinasi nasional agar rencana percepatan pelaksanaan vaksinasi covid – 19 yang ditarget 1 juta dosis per hari melalui penyediaan vaksin dan logistik vaksinasi yang memenuhi persyaratan mutu, efikasi dan keamanan sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai.

Vaksinasi covid – 19 yang dapat dilakuan melalui kegiatan pos pelayanan vaksinasi dan bekerja sama dengan TNI, Polri, Organisasi masyarakat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes serta peran aktif dunia usaha tertuang dalam SE tersebut.

Dalam SE tertuang, ”pos pelayanan vaksinasi Kemenkes di antaranya ada di Hang Jebat dan semua UPT Vertikal Kementerian Kesehatan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, dan Poltekkes. Pos pelayanan tersebut dapat memberikan pelayanan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP,” isi SE seperti dikutip laman kemenkes Jumat (26/06/2021).

Dalam hal ini Kementerian Kesehatan menyediakan kebutuhan vaksin dan logistik vaksin sesuai ketentuan yang berlaku dan dialokasikan dan didistribusi pada setiap termin agar dapat dimanfaatkan pemberian vaksin dosis ke 1 juga dosis ke 2 bagi mereka yang datang ke tempat pelayanan vaksinasi.

Dijelaskan saat ini interval vaksin covid – 19 Sinovac dosis 1 ke 2 adalah 28 hari dan vaksin covid – 19 AstraZeneca berjarak 8 hingga 12 minggu maka seharusnya dosis vaksin kedua tak perlu disimpan bersamaan pada waktu yang sama. (Red)

Check Also

LAGI DUA VAKSIN TERBARU BISA DIGUNAKAN INDONESIA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Terus berupaya melakukan vaksin guna